• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 29 Oktober 2020

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    NTT Dapat Jatah 6.798 Unit Rumah Tapak
    ALBERTO | Selasa, 05 Mei 2015 | 11:45 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    NTT
    Ketua Komisi V DPD RI Fary Djemy Francis

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Provinsi NTT mendapat bantuan 6. 798 unit rumah tapak melalui Program Sejuta Rumah yang diluncurkan  Pemerintah Pusat. Rumah tapak tersebut dipusatkan di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Pulau Sumba.


    Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi V DPD RI Fary Djemy Francis dalam pertemuan dengan pengurus DPD Real Estate Indonesia (REI) NTTdi Kupamng, Sabtu (2/5).


    Fary  yang didampingi Francis Dirjen Pembiayaan Perumahan Maurin Sitorus mengatakan, dengan adanya Program Sejuta Rumah yang dicanangkan pemerintah, peran REI di daerah sangat diharapkan untuk menyukseskan program ini. Sebab, porsi perumahan MBR yang ditangani REI dalam tahun ini sebesar 250 ribu unit. Sedangkan yang ditangani langsung pemerintah hanya 98.300. Sementara itu non MBR juga sebanyak 250 ribu unit.


    "Jadi untuk REI sendiri 500 ribu unit. Kalau dulu, REI cari pemerintah, sekarang pemerintah yang kejar REI," ujar Fary.


    Politisi Partai Gerindra asal NTT ini berharap agar hambatan lahan dan politik  di daerah dalam pelaksanaan proyek perumahan bisa diminimalisasi, agar hak rakyat untuk mendapatkan rumah layak huni tidak dikorbankan.


    Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Maurin Sitorus mengatakan, perumahan merupakan hak dasar seluruh rakyat. Namun di Indonesia, sebanyak 13,5 juta warga belum memiliki rumah. Sementara 3,4 juta rumah tidak layak huni.


    “Mengingat keterbatasan daya beli masyarakat, katanya, melalui Program Sejuta Rumah, pemerintah telah menurunkan suku bunga kredit perumahan dari tujuh  persen menjadi lima persen. Sedangkan uang muka hanya Rp 1,2 juta,” kata Sitorus.


    Sitorus menuturkan, dari jumlah satu juta rumah, 600 ribu unit mendapat pembiyaan melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), dan sisanya untuk perumahaan kelas menengah ke atas.


    Ketua DPD REI NTT Bobby Lianto berharap semua stakeholders terkait dari PLN dan Bidang Cipta Karya juga berperan menyediakan infrastruktur dasar untuk mendukung program perumahan yang dicanangkan pemerintah.


    Dia mengatakan, selaku pengembang, 99 persen perumahan FLPP dibangun dengan dana sendiri yang dipinjam dari bank. Modal utamanya adalah dana satu persen dari uang muka yang dari pembeli. Sehingga ini butuh pengorbanan dari developer lokal.


    “Untuk pelaksanaan Program Sejuta Rumah di NTT, ada enam pengembang yang terlibat yakni PT Pembangunan Sehat Sejahtera, PT Charsond Timor Land Estate, Lopo Indah Permai, PT Timor Sarana Pembangunan Nekmesa, PT Citra Putra Sejahtera di Waikabubak, dan PT Satria Indra Jaya,” paparnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.