• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 30 September 2020

     
    Home   »  Internasional
     
    Polisi Australia Bela Diri dalam Kasus Bali Nine
    RIZKY ALBERTO | Selasa, 05 Mei 2015 | 12:55 WIB            #INTERNASIONAL

    Polisi
    Komisaris Andrew Colvin (web)

     

     

    Flobamora.net - Polisi Federal Australia (Australian Federal Police – AFP) menyampaikan pembelaan dalam kasus penahanan kelompok narkoba Bali Nine asal Australia, setelah dikritik karena melaporkananak-anak muda itu kepada mitranya di Indonesia, meskipun mengetahui kemungkinan mereka menghadapi hukuman mati.

     

    Informasi yang diberikan Polisi Federal Australia AFP kepada kepolisian Indonesia pada tahun 2005 mengakibatkan penahanan dan pemberian hukuman, yang akhirnya berujung pada hukuman eksekusi bagi kedua kepala geng tersebut.

     

    Namun para perwira senior polisi Australia mengatakan bahwa mereka tidak dapat menahan geng tersebut sebelum mereka berangkat dari negaranya menuju Indonesia.

     

    Andrew Chan dan Myuran Sukumaran menghadapi hukuman mati oleh regu penembak Indonesia hari Rabu (27/4) lalu, meskipun Australia sudah mencoba memberikan tekanan diplomatik.

     

    Polisi Australia akan menghadapi komite parlemen untuk menjelaskan keputusan mereka tersebut.

     

    Komisaris Andrew Colvin mengatakan pada konferensei pers hari Senin: “Bila kami memiliki informasi yang cukup untuk menahan geng Bali Nine sebelum mereka berangkat dari Australia, kami akan melakukan hal tersebut.”

     

    Colvin mengatakan mereka tidak mengetahui jumlah anggota geng itu dan jenis narkoba yang mereka bawa, dan oleh karena itulah ia menghubungi kepolisian Indonesia.

     

    Menurut dia pemberitaan media tentang AFP telah menerima informasi mengenai geng tersebut dari ayah seorang anggota geng, merupakan berita palsu karena AFP sudah tahu mengenai sindikat itu.

     

    Colvin juga menyinggung laporan yang mengatakan bahwa Polisi Australia “menjual” geng Bali Nine kepada Indonesia agar dapat menjalin hubungan baik dengan polri sebagai “mengada-ada dan menghina”.

     

    Namun dia mengakui salah satu polisi penyidik meminta agar dicopot dari tim karena khawatir mengenai kemungkinan geng tersebut menghadapi hukuman mati.

     

    Komisaris Colvin juga mengatakan dia tidak dapat menjamin bahwa warga Australia lainnya yang tertangkap membawa narkoba ke negara-negara dengan hukuman mati tidak akan menghadapi nasib yang sama.

     

    Dia mengatakan bahwa polisi mempertimbangkan risiko memberikan informasi, namun pedoman kepolisian mengatakan bahwa mereka juga harus bekerja dengan kepolisian asing.

     

    Melindungi Australia

     

    Wakil Komisaris Michael Phelan, yang mengambil keputusan untuk memberikan informasi tersebut kepada Indonesia, mengatakan merasa khawatir pada kelompok Bali nine sejak saat itu.

     

    Phelan juga mengatakan bahwa ketika mengambil keputusan tersebut, dia memikirkan untuk melindungi Australia dari narkoba dan bukan hubungan kedua negara.

     

    “Siapapun yang berpikir saya tidak tersiksa selama 10 tahun ini belum tahu saya dengan baik,” katanya.

     

    Komisaris Colvin mengatakan bahwa penting bagi Australia untuk berkerja sama dengan lembaga penegak hokum asing untuk mengatasi kriminalitas trans-nasional.

     

    “Memang kenyataan pahit tapi banyak negara masih memiliki hukuman mati untuk tindakan kejahatan seperti itu,” katanya.

     

    AFP menerima sekitar 72.000 permintaan dari Interpol untuk berbagai informasi mengenai dugaan aktivitas kriminal.

    Dalam tiga tahun terakhir, mereka menerima 250 permintaan tersebut dari negara-negara yang memiliki hukuman mati. Dari jumlah tersebut, 15 permintaan dari berbagai negara termasuk Cina, ditolak oleh mereka.

     

    Pedoman untuk pengaturan prioritas untuk cara bertindak AFP dengan kepolisian asing diperkuat pada tahun 2009 dan termasuk menimbang dampak interaksi tersebut dan risiko mungkinnya para tersangka menghadapi hukuman mati.

    Kasus Bali Nine

    • Delapan pria dan seorang wanita ditahan pada bulan April 2005 di sebuah bandara dan hotel di Bali, Indonesia berdasarkan informasi yang diterima dari kepolisian Australia. Mereka berupaya membawa heroin sebanyak 8,3kg ke Australia.
    • Pada tahun 2006 pengadilan memutuskan bahwa Andrew Chan dan Myuran Sukumaran merupakan kepala geng yang merekrut dan membiayai anggota-anggota lainnya. Mereka dikenakan hukuman mati dan dieksekusi pada tanggal 29 April.
    • Ketujuh anggota geng lainnya sedang menjalani hukuman penjara antara 20 tahun dan seumur hidup. Beberapa dari mereka sempat diberikan hukuman mati yang dibatalkan setelah naik banding.
    • Chan dan Sukumaran berulang-ulang telah naik banding atas putusan hakim kepada mereka, dengan mengatakan bahwa karakter mereka telah berubah dalam tahanan. Chan mengajar kelas Alkitab dan kelas masak di penjara sedangkan Sukumaran menjadi seniman.***

     


    Sumber: BBC.com
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.