• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 03 Agustus 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pemerintah TTS Tetapkan Gagal Panen Sebagai KLB
    ALBERTO | Rabu, 06 Mei 2015 | 21:25 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pemerintah
    Anggota DPRD NTT, Jefry Unbanunaek saat memantau kondisi sebagian warga TTS yang dilanda bencana kekeringan dan gagal panen (Foto : dok.pribadi Jefry Unbanunaek)

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan gagal panen yang melada sejumlah desa di wilayah itu sebagai kejadian luar biasa (KLB), Rabu (6/5).

     

    Desa yang dilanda gagal panen tersebut antara lain lima desa di dua kecamatan yakni Desa Toineke, Tuafanu, Kiufatu, dan Oni di Kecamatan Kualin, dan Desa Oebelo di Kecamatan Amanuban Selatan.


    Adapun jumlah penduduk di lima desa itu sebanyak 2.938 keluarga atau 12.204 jiwa yang merasakan dampak gagal panen akibat kekeringan yang melanda daerah itu. 


    "Kondisi ini ditetapkan sebagai kejadian luar biasa supaya diintervensi secara cepat dan melibatkan semua instansi," kata Asisten II Setda Kabupaten Timor Tengah Selatan, Epy Tahun yang dihubungi dari Kupang, Rabu (6/5).


    Sesuai data yang diperoleh dari desa-desa tersebut menyebutkan areal pertanian yang gagal panen berjumlah 1.329,7 hektare terdiri dari sawah irigasi 201 hektare dan 1.128,7 lainnya adalah kebun jagung, kacang, dan umbi-umbian.

     
    Dia mengemukakan, gagal panen terjadi menyusul kekeringan yang mengakibatkan tanaman pertanian mati. Adapun satu-satunya embung yang biasa menampung air bagi 201 hektare tanaman padi tesebut, rusak dan belum diperbaiki. Akibatnya embung tidak dapat menampung air hujan untuk dipasok ke persawahan.


    Dia menjelaskan, gagal panen ini juga mengakibatkan persediaan bahan makanan di rumah penduduk menipis sehingga warga mulai masuk ke hutan untuk mengambil putak. Putak ialah bahan makanan yang diambil dari sari pohon gewang, dipotong dalam ukuran kecil kemudian dikeringkan sebelum ditumbuk menjadi tepung dan selanjutnya dimasak seperti nasi.


    Dia mengatakan, pemerintah daerah setempat mulai mengirim beras kepada warga yang mengalami gagal panen tersebut. Bantuan berupa beras cadangan pemerintah sebanyak 100 ton untuk dibagikan kepada warga termasuk mempercepat penyaluran beras raskin. "Kami mempercepat distribusi bantuan raskin kepada warga setempat," kata Epy.


    Menurut Epy, tanggap darurat KLB akan berlangsung dua pekan, setelah itu dilanjutkan dengan membangun sumur bor yang airnya akan dimanfaatkan warga untuk menanam sayuran dan tanaman hortikultura.


    Anggota DPRD NTT, Jefry Unbanunaek yang mengunjungi warga yang mengalami gagal penen di desa-desa tersebut pekan lalu, mengatakan dari 2.938 keluarga yang gagal panen, 900 keluarga di antaranya makan putak. Dengan mengkonsumsi putak, warga bisa menghemat beras. "Biasanya masyarakat sisihkan benih untuk musim tanam berikutnya, tetapi benih tersebut sudah dikonsumsi," kata Jefry.


    Sebelumnya, ratusan warga di Kecamatan Kualin dan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan terpaksa mengkonsumsi putak (bagian tengah batang pohon gewang) yang sering digunakan untuk pakan ternak.


    Warga yang sudah mulai mengkonsumsi putak itu berada di lima desa di Kecamatan Kualin yakni Desa Kualin, Toineke, Tuafanu, Tuapakas, dan Oni serta dua desa di Kecamatan Amanuban Selatan yakni Desa Oebelo dan Noemuke. Warga terpaksa mengkonsumsi putak, karena mereka sudah kehabisan stok pangan sejak akhir Januari 2015.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.