Warning: ob_start(): output handler 'ob_gzhandler' conflicts with 'zlib output compression' in /home/flobamor/public_html/media.php on line 2
Dinas Pariwisata NTT Gagas Pembangunan Bukit Soekarno dan Monumen Sasando


  • LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 17 Juni 2019

     

     
    Home   »  Travel
     
    Dinas Pariwisata NTT Gagas Pembangunan Bukit Soekarno dan Monumen Sasando
    ALBERTO | Kamis, 07 Mei 2015 | 07:34 WIB            #TRAVEL

    Dinas
    Patung Bung Karno di Taman Permenungan Pancasila Ende

     

    Kupang, Flobamora.net - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parektif) Nusa Tenggara Timur  (NTT) menggagas pembangunan Bukit Soekarno di Ende dan Monumen Sasando di Rote, yang menjadi ikon pariwisata di kedua daerah tersebut.

     

    Kepala Dinas Parektif NTT, Marius Ardu Jelamu kepada wartawan di Kupang, Kamis (7/5) mengatakan, objek wisata selain yang alamiah atau natural, juga perlu kreasi baru untuk menarik wisatawan.


    Dia mengatakan, Ende misalnya, sebagai kota sejarah perlu dibangun Bukit Sukarno. Di bukit itu selain ada Monumen Soekarno, juga dibangun mesjid, gereja, pura dan rumah ibadah lainnya, yang menggambarkan kebhinekaan Indonesia.

     

    “Dengan begitu ketika wisatawan datang ke Ende mereka tidak hanya melihat keindahan Danau Tiga Warna Kelimutu dan objek wisata lainnya, tetapi juga menikmati Bukit Soekarno,” katanya.


    Begitu pula di Rote, kata Marius. Perlu dibangun monumen Sasando. Di Rote nantinya wisatawan tidak hanya menikmati wisata Pantai Nemberala, tetapi juga Monumen Sasando.

     

    Menurutnya, sebagai alat musik tradsional yang sudah mendunia, gagasan untuk membangun Monumen Sasando tersebut dapat menjadi salah satu nilai jual pariwisata di Rote.     


    Selain menggagas Monumen Bukit Sukarno dan Monumen Sasamdo, Marius Ardu Jelamu bakal memberi nama baru pada pulau dan kota di NTT. Dia menyebut Rote akan menjadi Pulau Sasando, Sumba menjadi Pulau Pasola. Labuan Bajo menjadi Kota Komodo, Ruteng menjadi Kota Caci, Bajawa jadi Kota Megalitik, Ende jadi Kota Soekarno dan Larantuka jadi Kota Semana Santa.

     

    “Kita optimistis dengan perubahan nama tersebut, akan menggugah wisatawan untuk datang mencari tahu perubahan tersebut. Ini bertujuan agar pembangunan sektor pariwiata di NTT maju dan berkembang,” ujarnya. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.