• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 04 April 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pemerintah Diminta Salurkan Bantuan Makanan untuk Warga Rawan Pangan
    ALBERTO | Kamis, 07 Mei 2015 | 11:20 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pemerintah
    Anggota DPRD NTT, Jefry Unbanunaek bersama salah seorang warga TTS yang dilanda bencana kekeringan dan gagal panen (Foto : dok.pribadi Jefry Unbanunaek)

     

    Kupang, Flobamora.net - Anggota DPRD NTT Jefry Unbanunaek meminta Pemerintah Provinsi NTT untuk melakukan intervensi penanganan darurat dengan memberikan bantuan makanan bagi warga beberapa desa di dua Kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang dilanda masalah rawan pangan dengan mengosumsi putak (hati batang gewang).


    “Sambil melakukan penanganan darurat, pemerintah memikirkan penanganan jangka panjang karena tidak mungkin masyarakat diberi bantuan pangan untuk selamanya,” kata Jefry di Kupang, Rabu (6/5) kemarin.

     

    Menurutnya, dari 2.938 keluarga yang gagal panen, 900 keluarga di antaranya makan putak. Dengan mengkonsumsi putak, warga bisa menghemat beras. "Biasanya masyarakat sisihkan benih untuk musim tanam berikutnya, tetapi benih tersebut sudah dikonsumsi,” ujarnya.

     

    Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT, Yohanis Tay Ruba  yang dihubungi pada kesempatan terpisah mengatakan, pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap warga yang mengalami gagal panen menyusul adanya laporan dari TTS, ada warga mengosumsi putak karena gagal panen.


    Dia menuturkan, hanya sebagian kecil wilayah di NTT yang mengalami gagal panen tahun ini. Bahkan persentasinya sangat kacil dan hanya di wilayah tidak subur. "Gagal panen ini sifatnya sporadis dan hanya spot-spot tertentu saja," katanya.


    Dia mencontohkan, enam desa di Kecamatan Kualin, Kabupaten TTS merupakan daerah yang curah hujannya kurang. Hal yang sama juga terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Ngada, Nagekeo, dan Lembata.


    Meskipun tidak merepresentasi kondisi NTT secara keseluruhan,  dia mengatakan, saat ini para petugas sudah diterjunkan ke lapangan untuk menginventarisasi kondisi ril di lapangan. Hasil inventarisasi  akan digunakan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.


    “Untuk 900 kepala keluarga di Kecamatan Kualin yang mengalami gagal panen, akan diarahkan mengoptimal pemanfaatkn lahan di Bena, wilayah yang berdekatan dengan enam desa,” jelasnya.


    Selain bantuan langsung dari pemerintah,  katanya, warga juga bisa mengolah lahan dengan sistem bagi hasil dengan para pemilik. Di samping, itu, masih ada musim tanam tahap dua di wilayah irigasi seperti Bena yang memungkinkan untuk dilakukan penanaman lagi.


    Anis menambahkan, curah hujan tahun ini juga masih normal sehingga produksi pertanian khususnya padi dan jagung tidak mengalami penurunan.Bahkan tahun ini produksi pertanian tergolong baik. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.