• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 19 November 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Pola Konsumsi Pangan Masyarakat Ende Masih Berfokus pada Beras
    ALEX | Jumat, 08 Mei 2015 | 11:25 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Pola
    Pemukulan Gong pembukaan HPS oleh Bupati Ende Marselinus Y.W Petu

     

    Ende, Flobamora.net - Bupati Ende Marselinus Y.W Petu mengatakan, pola konsumsi pangan masyarakat di kabupaten itu masih berfokus pada beras sebesar 97,72 kg/kap/tahun, sedangkan tingkat konsumsi pangan lainnya hanya sebesar 60,87 kg/kap/tahun.

     

    Bupati Marsel mengatakan hal ini pada puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 35 tingkat Kabupaten Ende yang digelar di Desa Maurole, Kecamatan Maurole, Kamis (7/5).


    Menurutnya, secara umum pola konsumsi masyarakat yang dihitung dalam pola pangan harapan baru mencapai 86,38 persen. Hal ini menunjukkan menu yang dikonsumsi masyarakat belum beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA).


    Dia juga menggambarkan kondisi ketahanan pangan selain yang disebut di atas juga, soal ketersediaan pangan dimana prosentasenya masih 88,10 persen, sehingga terus-menerus akan dilakukan intensifikasi, ekstensifikasi dan rehabilitasi lahan serta akan dilakukan diversivikasi.


    "Distribusi dan akses pangan cukup lancar dan merata antar daerah, hanya ada beberapa wilayah desa relatif sulit akses pangan khususnya beras.Ini terlihat dengan adanya disparitas harga cukup besar antar wilayah khususnya saat paceklik," katanya.


    Dia juga mengakui, masih belum terkoneksinya tiga subsitem antara produksi, distribusi dan konsumsi, meski produksi masih memadai, tetapi belum didukung distribusi dan konsumsi yang baik.


    Dia menambahkan, produksi pertanian di Kabupaten Ende khususnya pangan tidak merata pada semua wilayah kecamatan, beras misalnya, hanya terkonsentrasi di empat wilayah kecamatan yakni Wewaria, Detusoko, Maurole dan Kotabaru.


    "Yang lain memiliki lahan basah yang relatif kecil, sementara lima kecamatan bergantung dari pasokan dari luar kecamatan yakni Pulau Ende dan empat kecamatan dalam kota," ujarnya.

     

    Karena itu, paparnya, pemerintah akan terus berupaya membenahi distribusi sehingga tidak terjadi disparitas harga pangan.


    Sementara itu, Ketua DPRD Ende,Herman Yoseph Wadhi mengatakan, moment peringatan HPS ini untuk mengevaluasi swasembada pangan berkelanjutan serta pengembangan kemitraan usaha dari waktu ke waktu.

     

    Dia mengakui sudah ada perkembangan pertanian ke arah yang lebih positif. "Terhadap kendala atau hambatan, sangat diperlukan peran serta pemerintah untuk memfasilitasi sarana dan prasarana, melakukan pendampingan agar kendala yang dihadapi masyarakat bisa diatasi," tambahnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.