• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 September 2019

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Ahok: Jangan-jangan Pejabat Teriak Anti-Prostitusi, Ternyata Langganan
    ANA DEA | Rabu, 13 Mei 2015 | 13:21 WIB            #NASIONAL

    Ahok:
    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menemui puluhan pendukungnya, di pendopo Balai Kota, Selasa (3/3/2015). Kompas.com/Kurnia Sari Aziza

     
    JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengimbau kepolisian serta mucikari artis RA (32) untuk mengungkap pejabat mana saja yang kerap menggunakan jasa esek-esek artis. Menurut dia, seharusnya pengguna jasa untuk pemuas hasrat birahi dapat dihukum seperti yang Pemerintah Swedia terapkan. 

    "Kalau menurut saya, belajar dari negara Swedia. Justru itu yang laki-laki belang yang beli itu yang dihukum," kata Basuki, di Balai Kota, Rabu (13/5/2015). 

    Namun masalahnya, untuk membuat peraturan itu harus melalui pengesahan DPR terlebih dahulu. Sementara, lanjut dia, tak sedikit anggota DPR yang terlibat dalam praktik tersebut. Sehingga, aturan sanksi bagi para pria hidung belang sulit diterapkan di Indonesia.

    "Sebaiknya kasus ini diungkap ya supaya jadi pelajaran. Siapa tahu setelah diungkap ada orang yang melarang prostitusi dan kemarin maki-maki saya, tahu-tahunya ternyata pejabat itu yang beli (jasa PSK), enggak bayar pajak atau terima gratifikasi buat bayar (PSK)," kata Basuki. 

    Oleh karena itu, ia meminta masyarakat khususnya para pejabat negara untuk menyadari bahwa kegiatan prostitusi masih tersebar di lingkungan sekeliling mereka. Selama masih ada manusia dan kesejahteraan tidak merata, maka kegiatan prostitusi masih akan tetap ada.

    "Makanya, saya kira diungkap sajalah karena di negara kita ini banyak pejabatnya yang munafik. Jadi kalau diungkap kan jadi kelihatan, 'Oh, katanya dia pejabat yang antiprostitusi tapi ternyata sering langganan (PSK) juga," kata Basuki. 

    Terkait prostitusi ini, beberapa waktu lalu Basuki sempat melempar wacana untuk melegalkan lokalisasi, pembangunan apartemen khusus PSK, serta sertifikasi PSK. Namun saat itu, Basuki mengaku hanya melempar wacana untuk mengetahui reaksi masyarakat saja. Sebab, ia meyakini wacana-wacananya ini tidak akan terwujud.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.