• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 20 Oktober 2020

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    NTT Bentuk Tim Terpadu Antisipasi Masuknya Beras Plastik
    ALBERTO | Jumat, 22 Mei 2015 | 11:13 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    NTT
    Inilah ciri-ciri beras plastik atau sintetis

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKP2) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Hadji Husen mengatakan, pihaknya segera menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait lainnya membentuk tim terpadu guna mengantisipasi masuknya beras sintetis atau beras plastik ke daerah ini.

     

    Husen mengatakan itu saat dihubungi Flobamora.net, Jumat (22/5) sehubungan antisipasi pemerintah terhadap masuknya beras jenis itu, karena saat ini beras yang diproduksi China, ditengarai sudah masuk ke Indonesia.

     

    “Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perindag, Bulog, BPOM, Dinas Pertanian dan Perkebunan, para distributor beras dan instansi terkait lainnya, untuk menggelar rapat terpadu pada Senin minggu depan,” katanya.

     

    Menurutnya, meski beras sintetis belum masuk ke NTT,langkah antisipatif sangat dibutuhkan, mengingat daerah ini sangat terbuka untuk masuknya beras jenis itu, bukan saja dari daerah lain tetapi bisa juga dari Timor Leste.

     

    Sementara itu kepala Dinas Perindag NTT, Bruno Kupok yang dihubungi pada kesempatan terpisah menuturkan, pihaknya sudah membentuk tim terpadu untuk melakukan pemantauan pasar, tetapi masih harus berkoodinasi dengan Badan Ketahanan Pangan Provinsi NTT.

     

    “Secara institusi kita siap mendukung upaya yang akan dilakukan untuk mengagalkan masuknya beras sintetis ke NTT, karena ini sangat membahayakan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

     

    Dia mengakui, wajar kalau warga resah dengan munculnya beras sintetis berbahan plastik pembuat pipa paralon. Jika beras plastik tersebut dicampur dengan beras biasa dan tidak diteliti dengan cermat, sangat sulit dibedakan. Namun, jika  diteliti dengan cermat terdapat perbedaan yang mencolok.

     

    "Beras plastik memiliki tampilan yang sangat jernih tanpa adanya kotoran, sedangkan untuk beras yang asli biasanya terdapat warna putih ditengah-tengah beras," jelasnya.

     

    Dia mengatakan, jika dimasak maka perbedaan antara keduanya akan semakin mencolok. Untuk beras plastik berwarna putih menggumpal serta jika dipegang terasa lembek dan kenyal, namun saat dimakan akan terasa pahit.

     

    Dilaporkan oleh The Straits Times, beras plastik tersebut telah beredar di beberapa negara di kawasan Asia seperti India, Vietnam, Tiongkok dan bahkan Indonesia.

     

    Di Indonesia sendiri penemuan beras plastik ini pertama kali diungkapkan oleh pemilik warung nasi uduk di Ruko Granade Blok F19 No 37 Mustika Jaya Bekasi beberapa saat lalu. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.