• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 27 Januari 2022

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Umat Katolik Masih Padati Gereja Sikumana, Sampaikan Ucapan Dukacita
    RISKY ALBERTO | Sabtu, 23 Mei 2015 | 21:42 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Umat
    Para pelayat di Gereja Sta. Familia Sikumana, menyampaikan rasa duka atas berpulangnya Ketua FKUB NTT, RD. Agustinus R. Parera, Pr

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Ratusan umat Katolik hingga malam ini, masih mendatangi dan memadati Gereja Sta. Familllia Sikumana, Keuskupan Agung Kupang, untuk menyampaikan rasa duka cita atas berpulangnya RD.Agustinus Raymon Parera, Pr, yang meninggal pada, Jumat (22/5) malam sekitar pukul 23,00 Wita.

     

    RD Agus Parera yang  adalah Pastor Paroki Sikuman dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Nusa Tenggara Timur (NTT) ini meninggal dunia di RS Carolus Boromeus, Belo karena komplikasi penyakit lambung.

     

    Tampak hadir di antara ratusan pelayat, Sekda Provinsi NTT Fransiskus Salem, Penjabat Bupati Belu, Wilhelmus Fony dan sejumlah pimpinan SKPD lingkup pemerintah provinsi.

     

    Sebelumnya pada pukul 19.00 Wita dilangsungkan misa arwah dipimpin Sektretaris Keuskupan Agung Kupang, RD. Gerardus Duka, Pr sebagai selebran utama dan 20 imam selebaran lainnya.

     

    RD. Leo Mali, Pr dalam homilinya mengatakan umat Paroki Sta. Familia Sikumana pantas bersedih karena salah seorang yang mereka cintai dipanggil Tuhan. Namun, sebagai orang beriman, semua harus bisa memahami bahwa kematian adalah batas dari kehidupan. Kematian adalah batas paling akhir yang selalu dirindukan kita.

     

    “ Tuhan telah menentukan batas akhir dari perjalan hidup Romo Agus, demikian ia biasa disapa. 19 tahun menjadi imam adalah waktu yang cukup panjang diberikan Tuhan untuknya. Dan pada Jumat  malam Tuhan memberikan jawaban atas kerinduannya,” kata Romo Leo.

     

    Dia mengatakan, setiap hari adalah saat di mana Tuhan memanggil kita dan menunggu jawaban, tanpa kecuali. Segala sesuatu dan semua yang kita alami adalah tanda yang mengarahkan pada panggilan Tuhan.

     

    Menurut rencana, almarhum akan dimakamkan, Minggu (24/5) di pemakaman imam projo Keuskupan Agung Kupang, Kompleks Seminari Tinggi Santu Mikhael Penfui, didahului dengan misa arwah di Gereja Sta. Famillia Sikumana pada pukul 11.00 Wita,  dipimpin Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang.

     

    Romo Agus lahir di Kupang pada tanggal 28 Mei 1967. Meniti panggilannya diawali dengan mengikuti pendidikan calon imam di Seminari Menengah St. Rafael Kupang.

     

    Kemudian melanjutkan studi ke Seminari Tinggi Santu Petrus Ritapiret, Maumere, Flores. Setelah menyelesaikan studi Filsafat dan Teologi di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere, Flores, ia ditahbiskan menjadi imam di Kupang pada tahun 1995.

     

    Sejak Mei 2010 dibenum menjadi Pastor Paroki Sta. Famillia Sikumana, menggantikan RD. Kornelis Usboko, Pr. Selain itu ia dipilih menjadi Ketua FKUB NTT sejak lima tahun lalu hingga akhir hidupnya. Almarhum semasa hidupnya juga adalah dosen Fakultas Filsafat Agama Katolik pada Universtitas Katolik Widya Mandira Kupang.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.