• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 01 April 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Puluhan Perempuan Geruduk Kantor DPRD
    ALEX | Selasa, 26 Mei 2015 | 14:32 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Puluhan
    Aksi damai Solidaritas Perempuan Floresta dan Forum Peduli Penegak HAM Perempuan di Kabupaten Ende , Selasa (26/5) di kantor DPRD Ende

     
    Ende, Flobamora.net - Puluhan perempuan yang tergabung dalam Solidaritas Perempuan Floresta dan Forum Peduli Penegak HAM Perempuan di Kabupaten Ende, Selasa (26/5) mendatangi kantor DPRD setempat.

       

    Kedatangan mereka dengan mengusung peti mati dan diletakkan di halaman depan kantor DPRD Ende. Mengenakan baju hitam, mereka melakukan demo damai terkait dengan pelecehan yaang dilakukan salah seorang anggota DPRD Ende dengan inisial AKMB terhadap salah seorang staf PNS Perempuan FSD yang bekerja di Sekretariat DPRD Ende beberapa waktu lalu.

     

    Aksi damai mereka tanpa pengawalan aparat kepolisian yang berpakaian dinas, hanya beberapa satuan intel yang melakukan pengawalan tertutup. Kedatangan mereka diterima Ketua Komisi III DPRD Ende, Yulius Caesar Nonga bersama anggota Komisi III lainnya.

     

    Salah seorang pengunjuk rasa yang juga Ketua Solidaritas Perempuan Flores, Martha Wangge mengatakan oknum AKMB yang juga anggota DPRD Ende sudah menyakiti semua perempuan yang ada. Karena kata-kata hinaan dan terkesan 'jorok' dikeluarkan oleh anggota DPRD yang dipanggil terhormat itu kepada FSD yang nota bene seorang perempuan.

     

    "Peristiwanya terjadi pada tanggal 6 Mei 2015 lalu. Namun dari lembaga DPRD dan Sekwan tidak ada penyelesaian. Korban FSD tidak dipanggil untuk penyelesaian. Begitu pula dengan pelaku AKMB, belum diproses oleh Badan kehormatan," ujar Martha Wangge.

     

    Kasus yang luput dari penglihatan media ini akhirnya terus berlanjut hingga ke Kepolisian Resor Ende.

     

    Menurut Martha Wangge, aksi yang berawal dari permintaan melengkapi dokumen dari AKMB, namun korban belum bisa melengkapi, apalagi pokja FSD adalah pokja III berbeda denga AKMB yang Ketua Pokja II. Mestinya dia yang meminta staf dari pokjanya bukan dari pokja lain. Karena tidak bisa memenuhi permintaan AKMB, sebut Martha, AKMB mencak-mencak dan memarahi FSD dengan kata-kata kotor dan kasar.

     

    "Kami sebagai perempuan merasa tersakiti dengan kata-kata kotor itu. Apalagi korban datang mengadu kepada kami karena dirinya merasa tidak mendapat perlindungan dari atasannya dan dibiarkan berjuang sendiri," ujar Martha Wangge sambil mengatakan karena itulah mereka merasa solider dan mendesak DPRD untuk tidak tinggal diam.

       

    Mereka berharap kejadian ini menjadi yang terakhir karena yang bersangkutan sudah berulang-ulang melakukan hal yang sama. Terakhir dengan kepala BPJS cabang Ende, Sherly Lay.

     

    Sementara itu koordinator aksi, Maria Gabriela Aga dalam seruan moral mengatakan kasus ini harus diusut tuntas secara kelembagaan. Dia juga mendesak Dewan Kehormatan untuk proaktif menangani kasus ini jangan sampai terkesan menyembunyikan kasus karena solidaritas korps.

     

    "Proses hukum dari keluarga dan korban terus berjalan. Korban harus mendapatkan keadilan hukum dan pemulihan nama baik bagi keluarga, kenyamanan dan keselamatan korban harus terjamin," ujar Mia Aga.

     

    Dia juga menyayangkan, di tengah proses sosialisasi Perda Perlindungan Hak Perempuan dan Anak, Perda itu hanya sebagai dokumen mati. Mereka mengancam akan datang lagi jika 3 x 24 jam DPRD tidak menanggapi.


    Sementara itu terpisah Ketua BK DPRD Ende, Yustinus Sani mengatakan siap memproses namun dengan catatan ada laporan. Hingga sekarang pihaknya belum mendapat laporan.

     

    "Saya sudah lakukan komunikasi dengan ibu Martha namun hingga sekarang BK belum dapat laporan. Ini sesuai aturan di BK," ujar Yustinus sambil mengatakan jika sudah dibawa ke ranah hukum, pihaknya sudah tidak bisa menangani kasus tersebut.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.