Warning: ob_start(): output handler 'ob_gzhandler' conflicts with 'zlib output compression' in /home/flobamor/public_html/media.php on line 2
Indonesia Tempati Urutan Kelima Dunia dalam Potensi Cadangan Air


  • LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 24 Mei 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Indonesia Tempati Urutan Kelima Dunia dalam Potensi Cadangan Air
    ALBERTO | Kamis, 28 Mei 2015 | 10:38 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Indonesia
    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera), M.Basuki Hadimuljono (Foto : web)

     

    Kupang, Flobamora.net - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera), M.Basuki Hadimuljono mengatakan, Indonesia menempati urutan kelima di dunia dalam potensi cadangan air. Namun dari jumlah tersebut hanya 25 % saja yang sudah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan seperti irigasi, air baku dan industri.

     

    Menteri PU Pera, Hadimuljono mengatakan itu dalam sambutannya yang dibacakan Direktur Jenderal (Dirjen) Sumbar Daya Air, Mudjiadi pada pembukaan Seminar Nasional Bendungan Besar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (28/5).

     

    Menurutnya, saat ini potensi sumber daya air di Indonesia  kurang lebih 3.900 miliar meter kubik setiap tahunnya. Tingginya potesi sumber daya air di Indonesia merupakan anugerah tersendiri bagi negeri ini. Untuk itu, pembangunan dan pengelolaan bendungan berkelanjutan merupajan salah satu upaya memanfaatkan sumber daya air tersebut.

     

    “Hal yang paling urgen dalam pembangunan dan pengelolaan bendungan adalah mendukung terwujudnya kedaulatan air yang pada gilirannya akan mendukung ketahanan pangan bagi Bangsa Indonesia,” katanya.

     

    Dia menyebutkan, sampai saat ini jumlah bendungan di Indonesia telah mencapai 209 buah dengan volume tampungan sekitar 14,975 miliar meter kubik. Dalam lima tahun ke depan pemerintah merencanakan membangun 49 bendungan untuk mempercepat terwujudnya infrastruktur air yang akan mendukung terwujudnya proses kedaulatan pangan.

     

    Sebelumnya, Gubernur Frans Lebu Raya yang diwakili Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT, Andreas W.Koreh menyambut baik momentum seminar nasional tersebut sehingga dapat memberi manfaat atau nilai lebih bagi daerah ini.

     

    Dia menuturkan, dipilihnya Kupang sebagai tempat seminar bukannya tanpa makna. Kondisi daerah inilah yang mendorong panitia menyelenggarakan seminar ini dengan menghadirikan para pakar bendungan yang memiiki reputasi internasional di bidangnya.

     

    “Kondisi NTT dengan  curah hujan yang rendah dan musim kering yang lebih tingi. Musim kering lebih tinggi,  berpengaruh pada ketersediaan air. Untuk itu  bendungan adalah salah satu solusi. Pemerintah dan masyarakat daerah ini, bersyukur karena pemerintah pusat telah menambah jumlah bendungan,” katanya.

     

    Selain bersyukur, adanya pembangunan bendungan merupakan sebuah tantangan agar dapat mengelolanya secara baik, lantaran Irigasi di daerah  misalnya, sangat bergantung pada kondisi bendungan dan sumber daya air.

     

    Pada momentum yang sama selain digelar seminar juga dilaksanakan Rapat Anggota Tahunan Komite Nasional Untuk Bendungan Besar. Seminar ini dihadiri sekitar 500 peserta dari seluruh Indonesia.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.