• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 25 Oktober 2021

     
    Home   »  Internasional
     
    Ilmuwan Spanyol Selidiki Kematian Penyair Neruda
    ANA DEA | Jumat, 29 Mei 2015 | 11:32 WIB            #INTERNASIONAL

    Ilmuwan
    Neruda -seorang Komunis dan sahabat Presiden Salvador Allende -meninggal mendadak pada 1973 setelah kudeta militer yang mengantar Jenderal Augusto Pinochet ke kursi kekuasaan.

     

     

    FLOBAMORA.NET - Ilmuwan Spanyol yang menyelidiki penyebab kematian penyair sayap kiri Cile, Pablo Neruda, mengatakan tidak ditemukan bukti meyakinkan bahwa kematian peraih Nobel sastra 1971 akibat diracun.

     

    Neruda -seorang Komunis dan sahabat Presiden Salvador Allende -meninggal mendadak pada 1973 setelah kudeta militer yang kemudian mengantar Jenderal Augusto Pinochet ke kursi kekuasaan.

     

    Awal Januari 2015 lalu, Pemerintah Chile telah membuka kembali penyelidikan atas kematian Neruda, setelah hasil penyelidikan dua tahun sebelumnya menguatkan bahwa dia tewas bukan karena diracun.

     

    Tuntutan penyelidikan ulang kematian Neruda diawali keputusan hakim pada 2011 setelah ada kesaksian baru tentang latar kematiannya.

     

    Dua orang dekat Neruda, yaitu supir dan asisten pribadinya, menyebutkan penyair itu meninggal karena diracun oleh agen rezim militer yang berkuasa saat itu.

     

    Namun hasil penyelidikan awal pada 2013 tidak menemukan bukti bahwa Neruda tewas akibat diracun.

     

    Makam Neruda saat itu digali dan jenazahnya diambil untuk diteliti.

     

    Tewas diracun?

    Penelitian tingkat dini pada 2013 lalu tidak menemukan indikasi bahwa penyair -yang antara lain terkenal dengan koleksi Twenty Love Poems dan Song of Despair -mati akibat racun.

     

    Hasil ini diumumkan setelah penyelidikan yang dilakukan selama enam bulan oleh 15 orang pakar dari Cile dan negara lainnya.

     

    Saat itu para peneliti mengatakan mereka telah menemukan bukti awal bahwa Neruda meninggal secara alamiah, termasuk akibat kanker prostat.

     

    Tetapi awal Januari 2015 lalu, pemerintah Cile membuka lagi penyelidikan atas kematiannya.

     

    Tim ilmuwan direncanakan akan melakukan tes DNA yang diharapkan dapat membantu mengungkap misteri kematian Neruda.

     

    Neruda semasa hidupnya kerap mengeluarkan kritik keras terhadap aksi kudeta militer yang dipandangnya sebagai sebuah bentuk pengkhianatan terhadap negara.


     


    Sumber: BBC Indonesia




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.