• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 29 November 2021

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Menteri Koperasi dan UKM Batal Buka Open Forum Inkopdit
    AGUST G. THURU | Sabtu, 30 Mei 2015 | 12:13 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Menteri
    Menteri Koperasi dan UKM RI, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (Foto : web)

     

     

    Surabaya, Flobamora.net - Menteri Koperasi dan UKM RI, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga yang akrab disapa Puspayoga batal hadir membuka Open Forum  Induk Koperasi Kredit (Inkopdit)  di Dyandra Center Surabaya, Sabtu (30/5).

     

    Open Forum tersebut akhirnya dibuka Kabid Simpan Pinjam Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Mas Purnomo Hadi.

     

    Ketidakhadiran Menteri Koperasi dan UKM pada acara tersebut menambah daftar, bahwa  Open Forum Inkopdit belum pernah dihadiri Menteri Koperasi maupun oleh pejabat daerah seperti gubernur. Padahal saat pengurus Inkopdit melakukan audiensi, Puspayoga menyatakan kesediaannya untuk hadir dan membuka kegiatan tersebut.

     

    Ketua Pengurus Inkopdit Romanus Woga, dalam sambutannya pada acara pembukaan Open Forum memaparkan pertumbuhan koperasi kredit di Indonesia dari aspek keanggotaan, pertumbuhan asset dan pertumbuhan Puskopdit maupun Kopdit.

     

    Woga meminta para aktivis Gerakan Koperasi Kredit Indonesia untuk terus berupaya meningkatkan jumlah anggota, jumlah  asset  dan tetap menjaga keberadaannya. Selain itu pengelola koperasi juga diminta menjaga kualitas pelayanan.

     

    Sementara, Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Agung Sudjatmoko dalam sambutannya menyampaikan, koperasi seharusnya tidak dibebankan dengan pajak. Pasalnya anggota yang  bekerja sudah dikenakan pajak dan ketika menjadi anggota koperasi juga dikenakan lagi pajak.

     

    Dia berjanji akan terus berjuang agar Dirjen Pajak dapat memperhatikan koperasi dengan memberlakukan pajak yang  ringan bahkan bila perlu tanpa pajak.

     

    Kepala Bidang Simpan Pinjam Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Timur, Mas Purnomo Hadi yang membuka kegiatan itu dalam sambutannya mengatakan koperasi kredit di Indonesia jauh lebih berkembang dibandingkan dengan koperasi simpan pinjam.

     

    Dia memberi contoh, koperasi simpan pinjam di Surabaya. Anggota terbanyak sekitar 12 ribu sementara di Kalimantan sudah mencapai 112  ribu.

     

    Hal lain yang juga disampaikannya adalah para insan koperasi perlu memanfaatkan kesempatan menyampaikan masukan-masukan kepada para regulator yang saat ini sedang membaas lagi UU Koperasi pascakeputusan MK menghapus UU Nomor 17 Tahun 2012 tentang perkoperasian.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.