• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 20 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Penjual Pulau di Kawasan Komodo Adalah Pengkhianat
    ALBERTO | Minggu, 31 Mei 2015 | 14:24 WIB            #NASIONAL

    Penjual
    Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK)

     

    Flobamora.net - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Garu mengecam tindakan penjualan pulau yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

     

    Jika benar terjadi penjualan pulau tersebut maka tindakan tersebut sebagai pengkhianatan terhadap masyarakat NTT khususnya dan bangsa ini secara keseluruhan.

     

    "Harus ditangkap pelakunya kalau itu benar. Itu tindakan pengkhianat," kata Adrianus seperti dilansir Beritasatu.com, saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Labuan Bajo, ibu kota kabupaten Manggarai Barat, NTT, Jumat (29/5).

     

    Komite IV melakukan kunker selama tiga hari di NTT (27-29 Mei). Sebelum ke Labuan Bajo, rombongan yang terdiri dari 14 orang ini berkunjung selama dua hari di Kupang, ibukota propinsi NTT.

     

    Di sana mereka ingin melihat kesiapan daerah dalam pelaksanaan UU Desa, khususnya dalam pencarian dana desa.

     

    Pada Jumat siang, rombongan DPD sempat berkunjung ke kawasan TNK. Di samping ingin mendapatkan masukan soal persiapan dana desa, mereka juga ingin mengecek kebenaran penjualan pulau-pulau tersebut.

     

    Pantauan di lokasi menunjukkan belum terjadi aktivitas apa-apa di lapangan. Dua pulau yang disebutkan dijual yaitu Pulau Padar dan Pulau Punggu masih belum dihuni orang.

     

    Adrianus yang merupakan Ketua Rombongan Komite IV ini menjelaskan penjualan pulau yang bukan milik pribadi adalah tindak pidana, apalagi pulau-pulau itu berada dalam kawasan TNK.

     

    Saat ini, TNK masuk dalam tujuh keajaiban dunia. Di dalam TNK terdapat bintang purba yang langka dan unik, yang satu-satunya hanya berada di TNK.

     

    "Aparat keamanan harus menyelidiki kasus tersebut. Jangan sampai terlanjur sudah dijual," tegasnya.

     

    Sebagaimana diketahui Pulau Punggu ditawar dijual seharga US$ 11 juta atau sekitar Rp 135 miliar. Pulau yang berdekatan dengan Pulau Komodo itu diiklankan dalam situs Skyproperty.org sejak 22 November 2014.

     

    Dalam iklannya itu disebutkan kalau Pulau Punggu hanya berjarak 20 menit pelayaran dengan kapal cepat ke Pulau Komodo, atau berjarak 314,84 kilometer dari Bali.

     

    "Ini adalah pulau pribadi indah bagai pesona surga dan keanggunan. Pantai yang menakjubkan, terumbu karang yang indah, utuh, sempurna untuk resort kelas atas," tulis iklan tersebut.

     

    Pulau Pungu memiliki luas 117 hektar dan disebutkan bersertifikat hak milik. Penjualan pulau diiklankan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. Tidak dijelaskan siapa pemilik pulau berbentuk tapal kuda itu, namun penjual menuliskan nomor kontak yang bisa dihubungi, serta WhatsApp, pin BlackBerry, Skype, dan e-mail.

     

    Informasi lain menyebutkan Pulau Padar dijual pada masa Zulkifli Hassan menjadi Menteri Kehutanan. Maklum pada saat menjadi menteri, Zulkifli yang kini menjadi Ketua MPR sering berkunjung ke Labuan Bajo dan Pulau Komodo.

     

    Pulau itu dikontrak kepada orang asing untuk jangka waktu 55 tahun. ***


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.