• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 30 Oktober 2020

     
    Home   »  Travel
     
    Upacara Adat Reba Warga Ngada di Jakarta
    MIKEL BELA | Senin, 03 Februari 2014 | 08:27 WIB            #TRAVEL

    Upacara
    Marsel Muja (urutan 4 lajur kiri) pada Rapat Panitia Reba 2014 di Jl. Menteng Raya No. 64 Jakarta, 31/1/2014

     

     

    Jakarta, Flobamora.net - Warga diaspora Kabupaten Ngada dan para simpatisan yang berada di Jabodetabek akan menyelenggarakan rangkaian acara adat Reba yang akan diawali dengan kegiatan seminar tentang Reba pada Rabu (19/02)  yang akan dibawakan oleh Pater Dr. Hubert Muda, SVD dan ditutup dengan seremoni  `gerak laku` Reba pada Sabtu (22/02) di Anjungan Nusa Tenggara Timur, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

     

    Marsel Muja, Ketua Panitia Acara Reba 2014, ketika ditemui Flobamora.net  pada Minggu (02/02) menjelaskan tentang nilai dan spirit yang terkandung dalam Reba, yaitu sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan, momen persatuan dan persaudaraan, ajang penyelesaian silang sengketa, penghormatan kepada alam, kebijaksanaan pelestarian warisan leluhur, dan forum urun rembug untuk memutuskan hal-hal yang akan dilaksanakan di masa depan secara musyawarah.

     

    “Reba bagi orang Ngada adalah ritual yang sudah dilaksanakan sejak dulu, sebelum Gereja Katolik masuk sampai hari ini dan dilaksanakan pada setiap awal tahun, pada bulan Januari sampai Februari. Reba sebenarnya merupakan suatu budaya  yang memberikan pedoman dan tata nilai bagaimana orang Ngada hidup.” ujar Marsel.

     

    “Bahkan seorang Gus Dur pun pada acara ulang tahun NTT pada 2001,  pernah mengatakan bahwa kalau kita mau belajar demokrasi, ya datang ke Ngada. Setelah kami teliti, mungkin Gus Dur pernah membaca literatur tentang reba.” imbuh Marsel.

     

    Ketika ditanya apakah reba yang akan dilaksanakan di Jakarta sama dengan ritual ‘reba asli’ di Ngada, Marsel mengatakan  “Kami dari pihak panitia sudah meminta ijin kepada para mosalaki (tetua adat) Ngada dan mereka pun  mengabulkannya. Namun demikian, ada bagian ritual yang tidak boleh kita lakukan di sini karena bagian ritual tersebut hanya boleh  dilakukan di ‘Sao Meze’ (Rumah Adat) saja,” tandasnya.

     

    Marsel juga mengonfirmasi bahwa sampai sejauh ini persiapan acaranya berjalan lancar dan melibatkan ratusan personel penari, penyanyi, dan petugas lainnya.

     

    Ketika disinggung mengenai  tamu undangan yang akan hadir dalam acara tersebut, Marsel  kembali mengatakan “tamu yang akan hadir yaitu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Gubernur NTT, Para Duta Besar Negara sahabat, dan semua warga Ngada yang ada di Jabodetabek yang diperkirakan berjumlah tiga ribuan orang, namun ekspektasi kami yang akan hadir sekitar seribuan orang.”

     

    “Harapan kami, reba ini bisa dikenal oleh semua pihak, tidak hanya tarian jai saja yang memang sudah sangat dikenal oleh warga NTT," ungkap Marsel yang juga menjadi ketua panitia penyelenggara tarian jai di PRJ Kemayoran pada 2013 lalu, yang dibawakan secara kolosal dengan melibatkan sembilan ribu penari dan memecahkan rekor MURI.


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.