• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 06 April 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    NTT Masih Diselimuti Cuaca Ekstrim
    ALBERTO | Senin, 03 Februari 2014 | 10:18 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    NTT
    BMKG

     
    Kupang, Flobamora.net - Cuaca ekstrem dari hujan ringan hingga lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi diperkirakan masih berlangsung di seluruh wilayah kepulauan ini hingga tiga hari ke depan.

    "Ini diakibatkan oleh adanya tekanan rendah di Tenggara dan Utara perairan Australia, sehingga menimbulkan hujan intensitas ringan-lebat disertai angin kencang dan gelombang laut tinggi," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Kelas II El Tari Kupang, Mohammad Syaeful Hadi, di Kupang, Senin (3/2).

    Dia menyebutkan prakiraan Cuaca Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berlaku mulai 01 Februari 2014 Pukul 07.00 WIB Sampai 02 Februari 2014 Pukul 07.00 WIB menguatkan hasil analisis pihak BMKG setempat bahwa adanya daerah tekanan rendah di Sebelah Barat Dan Utara Australia yang mempengaruhi cuaca di NTT, sehingga menimbulkan hujan intensitas ringan - lebat disertai angin kencang dan gelombang laut tinggi.

    Peringatan dini tanggal 02 Februari 2014, keadaan cuaca di NTT umumnya hujan ringan-sedang dengan karakteristik hujan bersifat sporadis dan terjadi jedah dua hingga tiga jam lagi baru turun hujan dengan intensitas lebat.

    "Umumnya sifat hujannya sporadis dan tidak rutin atau bisa jedah beberapa jam tidak turun hujan bahkan hingga satu hari penuh, namun keesokannya terjadi hujan disertai angin kencang yang berpotensi terjadi puting beliung pada daerah-daerah yang bertekanan rendah di wilayah NTT," ucapnya.

    Bersamaan dengan hujan intensitas dan sifat hujan demikian, angin dari arah barat - barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 15 - 55 Km/jam, tinggi gelombang laut maksimum dapat mencapai kisaran 3,0 -7,0 Meter.

    Menurutnya, kondisi cuaca ekstrim dengan tekanan rendah di perairan Australia itu perlu diwaspadai terutama bagi warga yang melakukan perjalanan menggunakan sarana angkutan laut, termasuk nelayan pencari ikan yang menggunakan kapal atau perahu kayu, karena rawan terjadi musibah.

    "Dalam setiap hari peringatan dini cuaca provinsi telah ditegaskan kepada pengelola dan pengendali sarana dan fasilitas laut dan udara untuk selalu waspada," imbuhnya.

    Bahkan, menurutnya, koordinasi lisan dan tertulis terus berjalan dengan instansi terkait, terutama dengan para pengelola angkutan laut, udara dan darat, sehingga selalu berhati-hati sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan. Selain tekanan rendah di perairan Australia, sisa siklon tropis atau badai tropis

    "Lingling" dengan kategori satu yang tumbuh di wilayah Filipina beberapa pekan terakhir ini dan merupakan badai tropis yang tidak lazim dan untuk kali pertama tumbuh di utara wilayah Indonesia.

    Data kejadian badai tropis sejak tahun 1977-2012 tercatat 10 kali kejadian badai tropis yang tumbuh di utara wilayah Indonesia dengan kemungkinan tumbuh sekitar 0,28%.

    Badai Tropis Lingling ini tumbuh sejak tgl 18 Januari 2014 pukul 07.00 WIB di sekitar Perairan timur Philipina, Meskipun badai tropis Lingling dekat dengan wilayah NTT, namun badai tersebut tidak akan melintasi seluruh wilayah NTT atau wilayah Indonesia lainnya.

    Dia menyebutkan untuk wilayah Pulau Timor bagian Selatan, Tengah dan Barat tidak menerima dampak dari badai ini, sehingga saat ini tanaman mereka sedang dilanda kekeringan hebat.

    "Dilihat dari pertumbuhan dan sebaran awan hujan menunjukkan bahwa dampak daribadai tropis tersebut tidak banyak mempengaruhi pola cuaca di wilayah NTT dan wilayah Indonesia bagian utara lainnya," terangnya.

    Kata dia, wilayah NTT menjadi daerah beraian angin yang dapat menghambat pertumbuhan awan-awan hujan sehingga hujan lebat kecil kemungkinan akan terjadi."Dampak yang pasti terjadi yaitu adanya peningkatan kecepatan angin dan gelombang tinggi di wilayah yang terkena dampaknya," katanya.

    Siklon tropis atau badai tropis Lingling dengan kategori satu yang tumbuh di wilayah Filipina merupakan badai tropis yang tidak lazim dan untuk kali pertama tumbuh di utara wilayah Indonesia.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.