• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 19 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Ahok: Silakan Berhentikan Saya, Dikira `Ngurus` Jakarta Gampang
    ANA DEA | Kamis, 11 Juni 2015 | 21:38 WIB            #NASIONAL

    Ahok:
    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menjadi pembicara dalam Seminar Sespimma Polri, di Balai Kota, Kamis (11/6/2015). Kompas.com/Kurnia Sari Aziza

     
    JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak mengkhawatirkan jika ia diberhentikan dari jabatannya oleh DPRD DKI melalui hak menyatakan pendapat (HMP).

    Kepada ratusan polisi peserta Seminar Sespimma Polri, di Balai Kota, Kamis (11/6/2015), secara terang-terangan, Basuki menyatakan tidak khawatir tidak terpilih lagi menjadi Gubernur DKI periode 2017-2022.

    "Kalau lanjut jadi gubernur lagi oke, tapi kalau diberhentikan lebih oke lagi," kata Basuki yang disambut gelak tawa peserta.

    Bahkan dengan santai, pria yang akrab disapa Ahok itu mengaku akan menikmati hidup ketika tidak lagi menjadi gubernur. Sebab, selama ini ia harus bangun pagi setelah subuh, berangkat ke kantor sebelum pukul 07.00, dan pulang larut malam.

    "Kalau saya diberhentikan (jadi Gubernur), saya bisa menjadi pembicara sampai keliling dunia. Bahkan bisa kayak stand up comedy dan dibayar pula," kata Basuki. 

    Pada kesempatan itu, Basuki mengakui bahwa tidak mudah mengurus Ibu Kota. Saat ini, ia sedang diprotes banyak pihak karena tidak berhasil menanggulangi kemacetan lalu lintas di Jakarta.

    Ia mengakui kerap dituding banyak omong tetapi tidak bekerja. Padahal, kata dia, program penanggulangan kemacetan sedang berjalan.

    Menurut Basuki, ia enggan tidak melakukan sebuah progam demi pencitraan agar terpilih lagi menjadi gubernur pada Pilkada 2017.

    "Lebih baik saya diomeli sekarang, daripada nanti 2017 saya dikatakan omdo (omong doang). Kalau diberhentikan, justru citra saya lebih baik. Saya tidak akan dicap omdo. Silakan saja berhentikan saya, dikira ngurus Jakarta gampang! Pusing!" kata Basuki dengan suara meninggi.

    Adapun beberapa program pengentasan kemacetan yang justru menimbulkan titik kemacetan baru, seperti sepanjang jalur MRT (Lebak Bulus-Bundaran HI), pembangunan jalan layang transjakarta Koridor XIII (Ciledug-Tendean), serta pembangunan flyover Permata Hijau.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.