• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 30 Oktober 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    Rumah Angeline, Suara Anak Kecil Sesenggukan dan Karangan Bunga
    ANA DEA | Senin, 15 Juni 2015 | 07:48 WIB            #NASIONAL

    Rumah
    Rumah keluarga angkat Angeline, bocah 8 tahun yang dilaporkan hilang 16 Mei lalu dan ditemukan tewas 10 Juni 2015. Di halaman belakang rumah inilah, Angeline ditemukan tewas terkubur. KOMPAS.com/Ira Rachmawati

     

     
    BALI - Tidak susah mencari rumah ibu angkat Angeline yang berada di Jalan Sedap Malam nomor 26 Denpasar selama sepekan terakhir ini. Sejak pagi hingga malam, rumah yang tertutup rapat tersebut ramai dikunjungi oleh masyarakat yang ingin menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Angeline, bocah 8 tahun yang dinyatakan hilang sejak 16 Mei lalu dan ditemukan tewas terkubur, Rabu (10/6/2015).

    Di sisi utara, rumah Margereith, ibu angkat Angeline, berbatasan dengan sebuah warung kopi, sedangkan sebelah selatan terdapat lahan yang menjual tanaman. Tepat di bagian belakang rumah berbatasan dengan lahan milik warga yang ditanami bunga untuk sesajen serta dekat dengan perumahan bangunan baru.

    Berbeda dengan rumah di sekitarnya, rumah ini diberi pagar setinggi sekitar 2 meter. Tembok itu membuat orang tidak mudah melihat kondisi apapun di dalam rumah dan halamannya. Gerbang depan adalah satu-satunya akses jalan masuk ke rumah itu.

    "Tapi kalau lewat gang bagian belakang, saya sering dengar anak kecil nangis sesenggukan. Saya menduga itu Angeline. Ini sebelum anak itu dikabarkan hilang. Saya mau masuk ke dalam juga enggak bisa," ungkap Najuwa, warga yang tinggal di belakang rumah Margereith, Minggu (14/6/2015).

    Dia juga tidak bisa memastikan berapa orang yang tinggal di dalam rumah tersebut. Najuwa mengaku jarang bertemu dengan Margereith. Dia juga hanya selalu melihat Angeline lewat depan warungnya setiap berangkat sekolah.

    "Yang saya tahu ada perempuan yang kos di dalam sana, sepertinya kerja di kafe gitu. Tapi jarang nyapa sih. Biasanya keluarnya sore pulang malam," tutur Najuwa.

    Dia menjelaskan, sepanjang Jalan Sedap Malam memang banyak kafe dan tempat hiburan malam. Beberapa rumah warga di jalan itu juga banyak disewakan sebagai tempat kos.

    Najuwa lalu menunjuk ke arah pohon pisang yang terlihat dari balik tembok samping bagian belakang.

    "Di bawah pohon pisang itu jenazah Angeline ditemukan," ujar Najuwa.

    Gelap dan tak terbuka

    Sementara itu, garis polisi masih dipasang di sekitar rumah ibu angkat Angeline.

    Untuk masuk ke dalam rumah, siapa pun memang harus melewati sebuah jalan kecil yang menghubungkan Jalan Raya Sedap Malam dengan pekarangan depan rumah Angeline. Di depan rumahnya, ada parit lebar yang dipenuhi dengan sampah. Di jalan kecil di atas parit itulah warga banyak meletakkan karangan bunga, boneka, serta uang sumbangan untuk Angeline.

    Dari batas garis polisi, warga bisa mencium bau kotoran ayam dan suara ayam dari balik tembok yang cukup tinggi. Saat malam hari, penerangan rumah menyala redup dari lampu yang dipasang di teras depan rumahnya.

    "Memang gelap dan jarang membuka pintu. Jadi apa pun aktivitas di dalam, orang di luar tidak ada yang tahu," ungkap Najuwa.

    Tepat di depan rumah ibu angkat Angeline terdapat pohon besar yang tinggi. Di bawah pohon itu, ada sebuah pura yang sering digunakan sebagai tempat sembahyang oleh warga setempat.

    Di pura tersebut, Balian Dasar Sedap Malam melakukan proses pemanggilan arwah Angeline bersama dengan guru guru Angeline, Jumat (13/6/2015).

    "Pemanggilan arwah seharusnya di lokasi penemuan jenazah tapi karena masih dijaga untuk kebutuhan penyelidikan kami lakukan prosesi ini di pura depan rumah," ungkap Balian Dasar Sedap Malam, Wayan Murtini.

     


    Sumber: regional.kompas.com
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.