• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 23 Februari 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Sekolah di Luar Kota Ende Raih Peringkat Tertinggi
    ALEX | Sabtu, 27 Juni 2015 | 08:05 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Sekolah
    Bupati Ende, Marselinus Y.W Petu

     

    Ende, Flobamora.net - Hasil Ujian Akhir Sekolah di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) lagi-lagi menorehkan hal yang mengejutkan. SD di luar Kota Ende menempati peringkat lima besar dalam pencapaian hasil persekolah ujian akhir sekolah.

     

    Kelima sekolah tersebut  adalah SDN Wolowaru 3,SDI Nggela, SDK Tenda, SDK Numba dan SDK Mukusaki. Sementara kecamatan Wolojita selama tiga tahun berturut-turut menempati peringkat pertama  hasil Ujuan Ssekolah  tingkat kecamatan.

    Berkaitan dengan jumlah nilai, tiga siswa SD GMiT Ende 4 , satu siswa SDK Wolojita dan satu siswa SDK Onekore 2 Sta. Ursula menempati peringkat  satu hingga lima dalam jumlah nilai US tahun ini.

     

    Bupati Ende Marselinus Y.W Petu  saat pembagian hasil Ujian Sekolah (US) SD/MI/SDLB tahun pelajaraan 2014/2015, Jumat (25/6) kemarin, mengucapkan proficiat  kepada sekolah yang memperoleh peringkat tinggi US tahun ini.

    "Sementara itu, untuk SD di Kecamatan Detukeli, Wewaria dan Kecamatan Lepembusu Kelisoke yang selama lima tahun terakhir menempati hasil US terendah , perlu terobosan dari Dinas PPO, pengawas sekolah serta Yasukel, agar bersama kepala sekolah dan para guru serta orang tua juga pemerintah setempat perlu mencari akar permasalahan sehingga bisa ada perbaikan di masa mendatang," harap Bupati Marsel.

     

    Lebih jauh Bupati Marsel menegaskan, pengumuman hasil kelulusan US, adalah hasil dan upaya bersama seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Karena itu, tambahnya, pendidikan yang diterima bukan untuk hasil ujian semata namun pendidikan bagi kehidupan.Karena jika sekolah hanya untuk nilai tambahnya, maka bersekolah hanya untuk cari nilai tinggi.

    "Karena itu segala upaya untuk mendapat nilai tinggi baik halal maupun tidak halal akan dilakukan. Jika orientasi untuk hidup maka kita akan upayakan agar seluruh proses pendidikan berlangsung dengan baik dan benar," kata Marsel.

    Menyinggung perkembangan pendidikan yang fluktuatif di Kabupaten Ende, dimana sebutnya, di era 70-an dan 80-an Kota Ende bangga dengan predikat kota pelajar dan menjadi Barometer NTT, namun sejak era 90-an pendidikan mulai merosot dan mencapai puncak kekelaman 2010-2012, karena hasil UN SMA/SMK dan SMP berada di peringkat akhir 21 kabupaten. Karena itu dia mengajak semua warga untuk peduli dengan pendidikan di kabupaten ini.

    "Wajah pendidikan di suatu sekolah adalah wajah kepala sekolah, selanjutnya wajah UPTD PPO kecamatan, serta wajah Dinas PPO secara umum. Karena itu saya meminta Dinas PPO , pengawas untuk lakukan kajian terhadap pencapaian positif dan negatif satuan pendidikan," ujarnya.

    Di hadapan para kepala sekolah dia mengajak seluruh pemangku kepentingan dunia pendidikan selalu meletakkan pendidikan sebagai prioritas pembangunan di daerah ini karena pendidikan adalah investasi SDM.

     

    Untuk itu, katanya, hasil US yang diumumkan belum mencerminkan keberhasilan dan kegagalan siswa karena sekolah bukan untuk nilai tapi sekolah untuk hidup.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.