Warning: ob_start(): output handler 'ob_gzhandler' conflicts with 'zlib output compression' in /home/flobamor/public_html/media.php on line 2
Operator SIM Tewas Dibunuh Rekannya


  • LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 17 Juni 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Operator SIM Tewas Dibunuh Rekannya
    VICKY DA GOMEZ | Rabu, 05 Februari 2014 | 11:39 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Operator
    Pembunuhan - Ilustrasi

     
    Maumere, Flobamora.net -  Gara-gara mabok minuman keras (miras) berjenis moke, Wahyu Kristianto seorang operator SIM di Kantor Satlantas Polres Sikka ditemukan tewas dibunuh di kontrakannya di Jalan Dua Toru Kelurahan Kota Baru Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka, Rabu (5/2). Diduga korban tewas karena mengeluarkan darah yang begitu banyak.

    Pelaku pembunuhan yang adalah rekannya sendiri bernama Imam Buchori, pria asal Probolinggo Jawa Timur. Usai menghabiskan nyawa rekannya, Imam Buchori, pekerja di sebuah warung makan ini sempat melarikan diri.

    Dia kemudian ditangkap massa di Wairbubuk Kelurahan Beru Kecamatan Alok Timur, sekitar 2 kilometer dari tempat kejadian peristiwa (TKP). Pelaku langsung digelandang ke Polres Sikka dan kini sudah mendekam dalam tahanan.

    Pantauan Flobamora.net di TKP pagi tadi sekitar pukul 06.30 Wita , korban tergeletak persis di depan pintu masuk kontrakan yang berukuran 4x3 meter. Dia tidak mengenakan baju. Sekujur tubuhnya bersimbah darah.

    Di bagian bawah pusar tampak ususnya terburai.Lantai kamar juga penuh dengan darah korban. Bahkan menurutpetugas Identifikasi dari Polres Sikka, ceceran darah terlihat sampai di kamar mandi.

    Peristiwa pembunuhan ini mengundang antusias masyarakat. Ratusan masyarakat berbondong-bondong menuju TKP. Polisi pun langsung membentang garis polisi.

    Imam Buchori yang dikonfirmasi di Polres Sikka mengaku menusuk rekannya itu dengan sebilah pisau. Dia menusuk sebanyak tiga kali di bagian perut, dan dua kali di bagian leher. Usai menusuk langsung melarikan diri lewat pintu bagian belakang.

    Menurut pelaku, dia merasa tersinggung karena korban sempat melontarkan kalimat makian dalam bahasa Jawa. “Dia mabok, lalu bicara mulai tidak terarah. Saya sarankan supaya tidur saja karena esoknya mau kerja. Langsung dia maki, berdiri dan pukul saya. Spontan saya melihat ada pisau di sekitar situ, saya langsung ambil pisau dan tusuk dia ke bagian perut,” ceritanya.

    Pelaku menuturkan, keduanya habis menenggak moke sebanyak tiga botol ukuran botol air mineral yang besar. Keduanya minum sejak jam 23.00 Wita. Sekitar jam 02.00 keduanya sempat tertidur dulu. Namun tidak lama korban membangunkan pelaku, dan mengajaknya minum lagi. Peristiwa penusukan itu sendiri terjadi sekitar pukul 05.30 Wita.

    Usai identifikasi dan olah TKP, polisi langsung membawa jasad korban ke ruang mayat RSUD TC Hillers Maumere. Belum ada pihak yang mengaku sebagai keluarga korban.

    Kapolres Sikka, Budi Hermawan yang dikonfirmasi di TKP mengaku pelaku sudah ditangkap.

    Dia menambahkan aparat kepolisian polisi sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui motof pembunuhan ini.

    Pemilik kontrakan, Edmond Sadipun mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut setelah mendengar laporan dari anak-anak kost sebelahnya.

    “Mereka mendengar ada teriakan dari kamar Wahyu. Ada yang sempat initip ke dalam kamar, dan melihat ada bercakan darah. Saya langsung mengontak polisi. Polisi datang dan terus mendobrak pintu depan,” jelasnya. ***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.