• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 19 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Mendagri Nonaktifkan Bupati Pandango
    ALBERTUS | Kamis, 02 Juli 2015 | 11:23 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Mendagri
    Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandago

     

    Kupang, Flobamora.net- Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, akhirnya mengeluarkan surat keputusan penonaktifan Jubilate Pieter Pandago, dari jabatannya sebagai Bupati Sumba Barat. Surat Keputusan (SK) tentang penonaktifan Bupati Sumba Barat, sudah ditandatangani Rabu (30/6).

     

    Penandatanganan SK penonaktifan tersebut, karena semua dokumen, telah diajukan kepada pihaknya oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Perbitan SK karena yang bersangkutan sudah ditahan pihak Kejaksaan Tinggi setempat.

     

    Asisten Tatapraja Sekda Provinsi NTT, Johana E. Lisapali yang dikonfirmasi, Kamis (2/7) menijelaskan, berdasarkan ketentuan Pasal 66 ayat 1 huruf c UU. No. 23 tahun 2015, tentang Pemerintahan Daerah, maka semua tugas bupati kepala daerah, dilakukan oleh Wakil Bupati Sumba Barat, Reko Deta.

     

    “SK Mendagri tentang penonaktifan bupati belum kami terima,guna disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat,” katanya.

     

    Namun, berdasarkan informasi yang sempat dihimpun menyebutkan, Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda NTT, Silvester Banfatin, sudah berangkat pagi tadi ke Jakarta untuk menjemput atau mengambil SK tersebut ke Kementerian Dalam Negeri.

       

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemprov NTT mengajukan usul penonaktifan terhadap Jubilate sebagai Bupati Sumba Barat lantaran yang bersangkutan ditahan pihak Kejati NTT, pada Senin (18/5/2015).

     

    Atas kasus ini, Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Fransiskus Salem sebelumnya menegaskan, Jubilate akan diberhentikan dari jabatannya sebagai bupati.

     

    Menurut Salem, Pemprov mengajukan surat pemberhentian sementara ke Kemendagri karena statusnya sudah menjadi terdakwa.

     

    Untuk diketahui, Jubilate ditahan di Rutan Kupang karena menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan 158 unit sepeda motor pada Bagian Perlengkapan Setda Kabupaten Sumba Barat TA. 2011 senilai Rp 3,2 miliar.

     

    Dia disangkakan melanggar prosedur penggunaan anggaran dana Silpa TA 2011/2012. Pengadaan sepeda motor awalnya disetujui dalam APBD sebanyak 25 unit, menggunakan dana DAU sebesar Rp 534.872.200. Diluar itu, Jubilate diduga membuat kebijakan sendiri untuk menambah pengadaan motor menjadi 158 unit.

     

    Dananya bersumber dari Silpa tahun 2011 senilai Rp 2.754.225.800, sehingga total dana mencapai Rp 3,289 miliar lebih. Jubilate diduga mengambil kebijakan ini tanpa meminta persetujuan DPRD. Inilah yang membuat sang penguasa Sumba Barat diseret ke Pengadilan Tipikor Kupang. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.