• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Menteri Pertanian : Wilayah Kekeringan di TTS Diberi Bantuan Permanen
    ALBERTUS | Jumat, 03 Juli 2015 | 10:55 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Menteri
    Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (Foto : web)

     

    Kupang, Flobamora.net - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan wilayah yang sering dilanda kekeringan seperti lima desa di Kecamatan Amanuban Selatan dan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) harus diberikan bantuan permanen.

    "Untuk mengatasi kekeringan maka pompa air dan sumur bor adalah solusi permanen," kata Andi saat mengunjungi warga yang dilanda kekeringan di Desa Tuafanu, Kecamatan Kualin, Kabupaten TTS, Kamis (2/7).

    Dia mengatakan, secara nasional Indonesia memiliki lahan pertanian sekitar 200 ribu hektare yang sering dilanda kekeringan termasuk di wilayah Kabupaten TTS. Untuk mengatasi kekeringan yang mengakibatkan rawan pangan maka pemerintah menyiapkan Rp 11 miliar lebih untuk pengadaan pompa air, pembangunan sumur bor, dan sumur-sumur dangkal.

    Untuk warga yang berada di Kecamatan Amanuban Selatan dan Kualin yang sudah tergabung dalam kelompok tani telah diberikan bantuan pompa air sebanyak 15 buah. Pemerintah juga akan membangun sumur-sumur bor sebagai solusi permanen untuk mengatasi kekeringan di wilayah tersebut.

    Dia mengatakan, pemerintah masih menyiapkan kurang lebih 1000 pompa air bagi masyarakat di dua kecamatan tersebut untuk memanfaatkan sumber air sumur-sumur dangkal. Namun, sejauh ini masyarakat belum memiliki sumur dangkal sebanyak itu sehingga masih perlu disiapkan oleh pemerintah daerah.  

    Selain itu, Menteri Pertanian juga memberikan bantuan bibit jagung kepada warga Desa Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan untuk kembali menanam lahan yang sebelumnya ditanam namun gagal panen pada musim lalu.

    “Jika bantuan-bantuan tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat dengan baik maka 10-20 tahun yang akan datang, warga di dua kecamatan itu tidak lagi mengalami kekeringan dan kelaparan,” katanya.

    Menurut Amran, wilayah yang telah dikunjunginya di TTS sangat berpotensi khususnya disektor pertanian, hanya saja yang menjadi kendala adalah masalah kekeringan. Namun, masyarakat harus diberi bantuan agar tidak lagi mengalami gagal panen.

    Dia menyarankan, agar warga atau kelompok tani yang mengalami gagal panen, tetap mengolah lahan yang tersedia untuk menanam jagung atau sayur-sayuran dengan memanfaatkan pompa air yang telah dibagikan.

    Selain membangun sumur bor dan memberi bantuan pompa air, warga yang dilanda kekeringan juga diberi bantuan traktor untuk mempermudah mengolah lahan yang tersedia. "Warga juga mendapat bantuan traktor untuk mempermudah dan mempercepat mengolah lahan pertanian," katanya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.