• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 25 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kasus MCK Pengungsi, Jaksa Masih Tunggu Audit BPKP NTT
    VICKY DA GOMEZ | Minggu, 05 Juli 2015 | 17:30 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kasus
    Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Sikka, Putu Nuryanto

     

     

    Maumere, Flobamora.net - Kasus dugaan korupsi pembangunan MCK (mandi cuci kakus) bagi pengungsi Rokatenda seakan “tenggelam” di Kantor Kejaksaan Negeri Maumere. Setelah dicari tahu ternyata jaksa masih menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTT.

     

    Kepala Seksi Pidana Khusus, Putu Nuryanto yang dihubungi di ruang kerjanya Kamis lalu, mengatakan Kejari Maumere serius menangani dugaan kasus korupsi ini. Saat ini BPKP NTT sedang melakukan audit untuk mengetahui besaran kerugian negara, dan hasilnya belum disampaikan ke Kejari Maumere.

     

    “Kami masih tunggu audit dari BPKP NTT. Belum tahu kapan hasilnya disampaikan ke kami. Semoga bisa lebih cepat, sehingga kami sudah siap pemberkasan,” jelasnya.

     

    Sebagaimana diberitakan, Kajari Maumere Martiul telah menetapkan tiga orang tersangka dugaan korupsi pembangunan MCK pengungsi. Ketiganya adalah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Silvanus Tibo, Bendahara BPBD, Margaretha Berginta dan Direktur UD Sanitasi Peduli Sehat, Lusia Yetty Susanti.

     

    Penetapan tiga orang tersangka ini disampaikan Martiul dalam keterangan pers kepada para wartawan di ruang kerjanya, Senin (19/1). Martiul didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus, Putu Nuryanto dan Kasi Intel, Ida Made Oka Wijaya.

     

    Sebelum menetapkan tersangka, terang Martiul, pihaknya terlebih dulu melakukan penyelidikan dan kemudian meningkatkan ke tahap penyidikan. Dari hasil itu, ditemui dua alat bukti yang sudah cukup untuk menetapkan tersangka. Untuk kepentingan itu, Kejaksaan Negeri Maumere juga sudah melakukan ekspose perkara ini.

                 

    Alokasi anggaran untuk pengadaan MCK bagi pengungsi di Kelurahan Hewuli yakni sebesar Rp 405.900.000. Dari dana tersebut, sebesar Rp 184.500.000 dikelola oleh Lusia Yetty Susanti untuk pengadaan jamban sebanyak 246 paket.

     

    Kepada Flobamora.net beberapa waktu lalu, Lusia Yetty Susanti mengaku pekerjaan jamban dilakukannya tanpa dilengkapi dengan surat perintah kerja. Dan hingga kini, dia baru mengadakan 120 paket jamban, sementara sisanya dia mengaku tidak sanggup lagi mengerjakan dan akan mengembalikan ke BPBD dalam bentuk fisik uang.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.