• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 31 Oktober 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    Rekonstruksi Kasus Engeline, Tersangka Peragakan 81 Adegan
    AGUST G.THURU | Senin, 06 Juli 2015 | 18:36 WIB            #NASIONAL

    Rekonstruksi
    Agus Tae Hamba May dan Margriet

     

     

    DENPASAR, FLOBAMORA.NET - Rekonstruksi pembunuhan terhadap gadis delapan tahun Engeline Megawe di Jalan Sedap Malam 26 dilaksanakan pukul 13.00 Wita, Senin (6/7) setelah kuasa hukum Margriet  tiba di tempat kejadian perkara.

     

    Sedangkan tersangka Margriet dan Agus Tae Hamba May yang dibawa dengan kendaraan Barakuda tiba di TKP sekitar pukul 10.30 Wita. Kuasa hukum Agus, Hotma Paris  juga tiba di TKP pada pukul 11.00 Wita.

     

    Sedikitnya 500-an  warga memadati lokasi terjadinya pembunuhan keji 16 Mei  2015 silam itu. Para tersangka disambut dengan teriakan hujatan dari warga  masyarakat.

     

    Demikian juga para pengacara  dari para tersangka tak luput dari teriakan cemooh warga. Namun proses rekonstruksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari  polisi. Polda Bali  menurunkan satu pasukan Brimob untuk mengamankan  rekonstruksi tersebut.

     

    Informasi yang  diterima dari pendamping hukum P2TP2A Kota Denpasar, Siti Sapurah menyebutkan  tersangka Margriet dan Agus  akan meragakan 81 adegan proses pembunuhan terhadap Engelina Megawe.

     

    Diperkirakan rekonstruksi adegan demi adegan itu  akan selesai  sampai pukul 19.00  wita. Selain kedua tersangka rekonstruksi  juga melibatkan saksi-saksi  yakni Rahmat Handoko dan Suciani yang pernah tinggal  atau indekos  di rumah Margriet Megawe. Keduanya telah selesai rekonstruksi dan telah meninggalkan  tempat kejadian perkara.

     

    Sapurah yang  ikut menyaksikan jalannya rekonstruksi mengatakan adegan yang diperagakan  baru peristiwa pembunuhan  pada 16 Mei 2015. Dalam adegan Agus meragakan dirinya  sedang  membersihkan kandang ayam dan Engeline memberi makan  ayam.

     

    Agus mendengar Margriet memanggil Engeline dan tak lama mendengar teriakan Engeline, “Mama, ampun mama”. Setelah itu Margriet berteriak seperti orang panik menyebut nama Engeline.

     

    Lebih lanjut Agus memeragakan, dirinya dipanggil ke dalam kamar Margriet  dan melihat Engeline tergeletak lemah. Ketika Agus bertanya, ini kenapa lagi, Margriet  membentak dirinya  dan memerintahkan Agus diam  serta menuruti perintahnya.

     

    Margriet menyuruh Agus  memperkosa Engeline  namun ditolak. Agus disuruh membuka baju dan celananya untuk dibungkus bersama  dengan tubuh Engeline.

     

    Tubuh Engelina kemudian dibungkus dengan sprei atas perintah Margriet. Margriet juga diperintahkan untuk menanyakan apakah  Handoko dan Suciani tahu dimana Engelina dan dilakukan Agus seperti yang diperintahkan.

     

    Dalam rekonstruksi ini tak terlihat Hotma Sitompul  kuasa hukum Margriet. Tetapi anggota tim kuasa hukum Dion Pongkor, Jefri Kam, Posko Simbolon dan Andreas Napitupulu  hadir dalam rekonstruksi tersebut.

     

    Selain itu kedua putri kandung Margriet Yvone dan Christine  hadir juga di lokasi kejadian perkara. Kedatangan mereka disambut ejekan  dari  ratusan warga. Informasi dari sumber terpercaya menyebutkan, Hotma Sitompul sengaja tak dihadirkan di TKP untuk menghindari amuk massa  yang  bisa saja terjadi.

     

    Pengacara tersangka Agustinus Tae, Hotma Paris kepada media menjelaskan polisi patut menyidik peran Yvone dalam kasus tersebut.

     

    Hotma mengatakan, Yvone pernah mengirim SMS kepada seorang pria  warga negara Australia berinisial Ch  yang meneruskan  SMS dari  orang yang mengaku penculik Engelina yang meminta uang tebusan.

     

    Yvone meminta Ch mentransfer uang Rp 150 juta untuk menebus Engeline dari penculik. SMS itu bertentangan dengan laporan Margriet ke polisi  yang mengatakan Engeline  hilang, bukan diculik.

     

    Hotma Paris minta agar polisi  mendalami kemungkinan keterlibatan Yvone dalam  kasus pembunuhan terhadap Engelina.Tentang dugaan keterlibatan Yvone  juga dibenarkan Siti Sapurah.

     

    Pendamping hukum P2TP2A Kota Depasar itu  menjelaskan  pria Australia Ch  hampir saja  mentransfer uang Rp 150 juta  namun urung dilaksanakan setelah diingatkan oleh rekannya.

     

    Saat berita ini dikirim ke redaksi rekonstruksi  di TKP Jalan Sedap Malam 26 Denpasar Timur masih berlangsung. Dari 81 adegan yang akan diragakan baru sekitar  40  adegan yang telah  dilaksanakan.

     

    Menurut  pengacara Hotma Paris, Margriet enggan menjadi pemeran langsung dari  adegan. Peran Margriet  dilakukan oleh seorang anggota polisi wanita dari Polda Bali.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.