• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Agustus 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Kualitas Sapi NTT Sangat Rendah
    ALBERTUS | Jumat, 10 Juli 2015 | 13:24 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Kualitas
    Ketua Umum Inkud, Herman Yoseph Loli Wutun

     

    Kupang, Flobamora.net - Ketua Umum Induk Koperasi Unit Desa (Inkud), Herman Yoseph Loli Wutun mengatakan, kualitas sapi asal NTT saat ini sangat rendah jika dibandingkan dengan era tahun 70 hingga 80-an, di mana daerah ini bisa mengantarpulaukan sapi dengan berat antara 400 – 500 kilo gram (kg) per ekor.

     

    “Sekarang ini, sangat sulit sekali kita mendapatkan sapi yang beratnya seperti itu. Kita malah kalah dengan NTB atau Lampung yang cukup pesat perkembangan peternakan sapinya,” kata Loli Wutun di Kupang, Kamis (10/7).

     

    Menurutnya, realita tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat, lantaran NTT sudah dikenal sebagai gudang ternak yang bisa  mendukung pemenuhan kebutuhan daging sapi nasional.

     

    Dia menyatakan, permasalahan paling serius adalah bibit sapi yang sudah in-briding  atau kerdil. Tidak mengherankan, jika sapi yang dikirim  dari NTT badannya kecil-kecil.

     

    “Kita juga trenyuh karena keterbatasan pakan ternak di NTT berat badan sapinya  naik hanya 0,3 kg per hari. Lebih miris lagi, kita hanya mengandalkan hijauan pakan ternak seperti daun lamtoro dan turi,”  ujarnya.

     

    Selain itu, kata mantan Dirut Puskud NTT, petani peternak kita di daerah ini belum mandiri seutuhnya. Peternak kita masih menjadikan pekerjaan memelihara ternak adalah pekerjaan sampingan dan belum ada kesadaran untuk membeli sapi sendiri.

     

    Dia mengatakan, tantangan pengembangan sapi di NTT adalah sapi bakalan yang kurang bagus, pakan yang selama ini hanya mengandalkan hijauan makanan ternak dan minimnya ketersediaan air.

     

    “Jika ketiga tantangan di atas tidak diperhatikan serius, tekad kita untuk menjadikan NTT sebagai gudang ternak di Indonesia hanya sebatas cita-cita,” tambahnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.