• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    80 Ekor Ternak di TTS Mati Kedinginan
    ALBERTO | Kamis, 06 Februari 2014 | 10:45 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    80
    Bupati TTS, Paul V.R Mella

     

     
    Kupang, Flobamora.net - Sebanyak 80 ekor ternak antara lain sapi, kuda dan babi milik warga di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), mati kedinginan akibat cuaca ektrim yang melanda wilayah ini dalam dua pekan terakhir.

    Bupati TTS, Paul V.R Mella yang dihubungi, Kamis (6/2) menuturkan, badai disertai  hujan lebat telah mengakibatkan suhu di beberapa desa di Kecamatan Fatumnasi yang  berada di bawah lereng Gunung Mutis mendadak dingin.

    "Saya baru saja mendapatkan laporan dari camat setempat sehubungan dengan bencana tersebut. Sebab, selain ternak yang mati kedinginan, satu buah rumah suku dan 20 rumah warga juga rusak parah diterjang angin kencang," katanya.

    Menurut Mella, masih berdasarkan laporan camat, sekitar 400 hektare tanaman jagung, padi ladang dan pisang terancam gagal panen atau puso menyusul tingginya curah hujan diserta angin kencang.

    Dia menuturkan, pihaknya sudah memerintahkan badan penanggulangan daerah setempat untuk turun ke lapangan guna memberikan bantuan tanggap darurat kepada masyarakat yang hingga saat ini masih mengungsi ke rumah para keluarga berupa makanan, selimut  dan famili kit.

    "Mudah-mudahan bantuan tersebut bisa meringankan beban masyarakat yang tertimpa bencana. Sedangkan ruas jalan Nenas - Mutis -Fatumnasi - Soe yang dilaprokan rusak parah, dalam penanganan Dinas PU sehingga wilayah tersebut tidak terisolir," paparnya.

    Selain itu, katanya, sekitar 108 hektare tanaman jagung milik masyarakat di Desa Basmuti, Kecamatan Kunafatu dan Desa Bena di Kecamatan Amanuban Selatan, terancam gagal panen karena diserang hama belalang.

    Tindakan sementara yang dilakukan, tambahnya, Dinas Pertanian dan Perkebunan TTS sudah melakukan penyemprotan insektisida untuk mematikan telur belalang tersebut, sehingga tidak berkembang biak dan merambah ke desa sekitar.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.