• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 30 Oktober 2020

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Dukung Koperasi, Pemerintah Turunkan Bunga KUR Sembilan Persen
    ALBERTUS | Minggu, 12 Juli 2015 | 21:03 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Dukung
    Wakil Presiden, M. Jusuf Kalla

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, pemerintah terus berusaha menghidupkan koperasi yang terus berkembang pesat saat ini di Indonesia.Untuk mendukung usaha koperasi, tahun depan pemerintah akan menurunkan bunga KUR (Kredit Usaha Rakyat) hingga sembilan persen.

    "Jika tahun lalu bunga KUR 22 persen, tahun ini sudah turun 12 persen, tahun depan 9 persen," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di acara Peringatan Hari Koperasi  (Harkopnas) ke-68 di Kupang, Minggu (12/7) disambut tepuk tangan meriah para pegiat koperasi.

    JK hadir di Kupang bersama Ny. Mufidah Jusuf Kalla. Selain itu hadir jajaran menteri yakni Menko Perekonomian, Sofyan Djalil, Menteri Koperasi dan UMKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, MenPAN RB, Yuddy Chrisnandi, Menteri Negara PPN/ Ketua Bappenas, Adrinof Chaniago, Menteri Perindustrian, Saleh Husin, Ketua DPR Setya Novanto dan Ketua Dekopin Nurdin Halid.

     

    JK mengatakan, pemerintah akan mengambil resiko apapun untuk penurunan bunga KUR sebagai bentuk dukungan pemerintah atas usaha masyarakat khususnya berskala mikro. Namun, ia menyebut penurunan itu juga bisa berdampak negatif untuk koperasi.

    "Ini bisa berdampak negatif bagi koperasi simpan pinjam yaitu bagaimana untuk bersaing dan menjaga efisiensinya," sambungnya.

    Dia menegaskan, pemerintah tidak mungkin mengikuti yang tinggi. Kita harus adil. Bank harus beri bunga rendah. Jangan hanya pengusaha besar yang diberi kemudahan, tapi pengusaha mikro juga.

    Dia menuturkan, saat ini jumlah koperasi terus bertambah setiap tahun. Namun, tak memungkiri hanya 50–70 persen yang aktif.

    "Ekonomi kita tidak secemerlang lima tahun lalu. Karena itu salah satunya caranya dengan menggiatkan usaha koperasi secara bersama. Pemerintah dari daerah hingga pusat bersama-sama warga bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," paparnya.

     

    Dalam kesempatan itu JK lebih menyoroti cara-cara untuk mengembangkan usaha mikro di daerah, salah satunya adalah koperasi. Menurutnya, ekonomi yang melemah tahun ini harus menjadi kesempatan meningkatkan penjualan produksi dalam negeri.

    "Hari ini ekonomi melemah akibat melemahnya ekonomi dunia. Karena itu permintaan menurun sehingga daya beli menurun. Mudah-mudahan tahun ini berhenti. Meskipun kita memproduksi daging tapi kita tetap impor daging," tambahnya.


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.