• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 19 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    26 Napi di Lapas Penfui Dapat Remisi Idul Fitri
    ALBERTUS | Minggu, 19 Juli 2015 | 15:15 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    26
    ilustrasi

     

    Kupang, Flobamora.net - Sebanyak 26 dari 461 total narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Penfui Kota Kupang mendapat remisi atau potongan masa tahanan pada hari raya Idul Fitri 1436 Hijriah.

     

    "Dari total 26 orang napi, 10 di antaranya mendapat remisi khusus atau (RK1), lima orang narapidana korupsi dan narkoba dan sisanya narapidana umum yang saat ini menghuni Lapas Penfui Kupang," kata Kasi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Lapas Klas IIA Penfui Kupang, Ade Goku, Minggu (19/7).

     

    Dari total tersebut lima orang narapidana khusus korupsi telah diusulkan ke Kementerian Hukum dan HAM namun belum ada jawaban apakah bisa mendapatkan remisi atau tidak.

     

    Sementara untuk narapidana dengan jenis remisi khusus dua (RK2) nihil atau tidak mendapatkan remisi yang langssung dinyatakan bebas dari tahanan.

     

    Jadi, Remisi Khusus hari raya itu terdiri dari dua kategori. Pertama, Remisi RK-1 kepada narapidana namun masih menjalani sisa pidana. Kedua, Remisi RK-2 yang diberikan kepada narapidana dan langsung bebas.

     

    Dia mengatakan, untuk RK1 potongan masa tahanannya berkisar antara 10 hingga 45 hari dan bervariasi sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

     

    Remisi Khusus Idul Fitri diberikan kepada narapidana beragama Islam yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif antara lain persyaratan telah menjalani pidana minimal 6 bulan dan tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana), serta aktif mengikuti program pembinaan di lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan.

     

    Pemberian Remisi atau pengurangan masa pidana diberikan kepada narapidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan serta Keppres No. 174 tahun 1999 tentang Remisi.

     

    Sementara narapidana kasus narkoba dan korupsi yang divonis setelah penerbitan PP nomor 99 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

     

    Dalam aturan tersebut, para narapidana yang mendapat remisi harus bersedia menjadi "justice collaborator" atau pelaku tindak pidana tertentu, bukan pelaku utama dalam kejahatan tersebut serta memberikan keterangan sebagai saksi di dalam proses peradilan.

     

    Bagi mereka yang divonis sebelum PP tersebut terbit maka tidak perlu menyertakan surat pernyataan sebagai "justice collaborator" tapi cukup dengan menjalani sepertiga masa hukuman.

     

    Pengurangan masa tahanan bagi mereka yang dihukum karena melakukan tindak pidana umum menurut dia cukup atas keputusan Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM, sedangkan para narapidana kasus narkoba dan korupsi akan diputuskan oleh Dirjen Pemasyarakatan.

     

    "Karena itu untuk narapidana yang mendapat remisi dari Kementerian akan diberikan setelah Lebaran," katanya.***


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.