• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 19 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Sejak Januari 2015, Kejati NTT Tangani 95 Perkara Korupsi
    ALBERTUS | Kamis, 23 Juli 2015 | 12:47 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Sejak
    Kepala Kejaksaan (Kajati) NTT, John W Purba

     

    Kupang, Flobamora.net – Sejak Januari hingga Juni 2015, pihak kejaksaan menangani 98 perkara korupsi dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Khusus Kejati NTT, menangani 27 perkara kasus korupsi.

     

    Hal tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan (Kajati) NTT, John W Purba kepada wartawan pada peringatan Hari Adyaksa ke-55, Rabu (22/7) kemarin.

     

    Menurut Purba, 98 perkara tersebut ditangani aparat kejaksaan di 16 kejari dan Kejati NTT. "Hingga Juni 2015, ada 98 kasus korupsi yang dilakukan penyidikan. Sebanyak 27, perkaranya penyidikan di Kejati NTT, Kejari Bajawa 15 perkara, Kejari Oelamasi 10 perkara, Kejari Kupang empat perkara korupsi dan sisanya tersebar di kejari-kejari lainnya," sebutnya.

     

    Dia menjelaskan, khusus di Kejati NTT dari 27 perkara korupsi yang dilakukan penyidikan, ada tujuh perkara korupsi yang sudah ditahap penuntutan dan akan diikuti lima perkara korupsi lagi. Selain itu, pihaknya juga memiliki target akan meningkatkan lagi enam perkara korupsi dari tahap penyidikan ke tahap penuntutan pada bulan Agustus 2015.

     

    "Hambatan kita dalam penanganan kasus korupsi adalah, biaya untuk penanganan kasus korupsi hanya untuk lima perkara korupsi dalam setahun. Untuk menangani lebih dari lima perkara korupsi, kita harus minimalisir penggunaan anggarannya sehingga bisa menangani lebih banyak perkara korupsi," katanya.

     

    Hambatan lainnya, paparnya, adalah topografi wilayah yang merupakan daerah kepulauan sementara perkara korupsi semuanya harus disidangkan di Pengadilan Tipikor Kupang. Dia mencontohkan, kalau kasus korupsi yang ditangani Kejari Lewoleba, pihak kejaksaan harus menyiapkan anggaran untuk membawa tersangka dan para saksi serta barang bukti untuk hadir di sidang pengadilan dan juga pergi pulang jaksanya.

     

    "Karena itu kita jangan hanya mengeluh tetapi harus bisa mencari solusinya supaya masalah yang dihadapi dapat teratasi. Selain itu, agar tidak mengurangi pekerjaan dalam upaya penegakan hukum," tambahnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.