• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 22 September 2019

     

     
    Home   »  Siapa & Siapa
     
    Kapolda NTT Bangga Polisi Ikut Penumpasan Gerombolan Kahar Muzakar
    ALBERTUS | Selasa, 28 Juli 2015 | 13:48 WIB            #SIAPA & SIAPA

    Kapolda
    Foto yang menceritakan perjuangan dari pasukan polisi perintis Komando Resort Ngada yang diberangkatkan ke Riung dalam rangka operasi penumpasan gerombolan Kahar Muzakar di Kecamatan Riung, yang dipimpin Bapak Samuel Ratoe Oedjoe. (Foto : Dokumentasi Keluarga)

     

    Kupang - Polda NTT telah menerima sebuah foto yang menceritakan perjuangan dari pasukan polisi perintis Komando Resort Ngada yang diberangkatkan ke Riung dalam rangka operasi penumpasan gerombolan Kahar Muzakar di Kecamatan Riung, yang dipimpin Bapak Samuel Ratoe Oedjoe.

     

    Dari dokumen yang diperoleh dari Polda NTT disebutkan, dalam operasi tersebut Brigpol Mohamad Meang gugur setelah terjadi kontak senjata dengan gerombolan Kahar Muzakar di tepi kali dekat Pantai Nangarembo, Kecamatan Riung, 30 Mei 1959.

     

    Brigpol Muhamad Meang kemudian dinaikkan pangkat setingkat menjadi Aipda (Anumerta) dan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan di Bajawa pada 3 Juni 1959.

     

    Ikut dalam operasi tersebut, yakni Wempy BL de Rosari, Samuel Ratoe Oedjoe (Danton), Alex Kaitian, Andreas Ressi, Hermanus Welle, I Ngh Rembun, Johanes Purbam Benyamin Djouparu, Mozes Neu, Eduard Behi Djadi, Leo Lesu, Julius Ha'u Manu, AA Gd Astawa, Hubertus Sola, Mohammad Meang, Agustinus Gudang, I GST Gede dan Fredik Lassy.

     

    Kapolda NTT, Brigjen Polisi Endang Sunjaya, S.H, M.H, melalui Kabid Humas Polda NTT, AKBP Ronalzie Agus, SIK mengatakan, Kapolda NTT bangga.

     

    "Kami semua jajaran Polda NTT yang masih aktif bangga dengan pendahulu kami. Ternyata mereka ikut perang mengatasi pemberontakan Kahar Muzakar," ujar Agus, saat ditemui dua pekan lalu.

     

    Di dalam sejarah, daerah di Flores menjadi tempat untuk mengambil ransum untuk dukungan logistik pasukan pemberontak gerombolan Kahar Muzakar karena terdesak dengan tentara pusat. Lewat Labuan Bajo kemudian Ngada, mereka merampas bahan hasil bumi untuk dukungan pasukan pemberontak dan ada yang gugur.

     

    "Kita bangga jadi penerus mereka yang cukup heroik karena mereka membela NKRI. Ini jadi inspirasi untuk polisi sekarang ini bahwa tugas polri tidak sebatas kamtibmas tapi ikut mempertahankan NKRI dari segala tindakan yang ingin mengubah NKRI," ujarnya.

     

    Foto ini diserahkan oleh anak dari Bapak Samuel Ratu Oedjoe, yakni Ir. Stefanus Ratoe Oedjoe, MT. Ada juga purnawirawan polri, yakni Simon Manuk yang bapaknya juga ikut dalam operasi tersebut.***


     

    URL SUMBER
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.