• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 30 September 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Tersangka Dugaan Korupsi Rumah MBR Serahkan Uang Jaminan
    REDEMTUS | Selasa, 04 Agustus 2015 | 21:38 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Tersangka
    Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, John W.Purba

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Empat  tersangka kasus dugan korupsi pembangunan rumah cetak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) khusus dana Monitoring dan Evaluasi (Monev) tahun 2012 lalu, Selasa (4/8) menyerahkan uang jaminan kerugian negara sebesar Rp 3, 357 milyar di Kejati NTT.

     

    Empat tersangka itu adalah, Tony Rusman Sidi, Dedy Kusnaedi, Bambang dan Edo. Saat ini, keempatnya sudah ditahan di Rutan Klas II B Kupang.

     

    Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, John W. Purba melalui Kasi Penkum dan Humas , Ridwan Angsar mengatakan, keempat orang itu merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi MBR khusus dana Monev tahun 2014, menyerahkan uang jaminan kerugian negara sebesar Rp 3, 357 milyar.

     

    Ridwan mnyebutkan, Tony Rusman Sidi menyerahkan sedikitnya Rp 1, 357 milyar, Bambang Rp 800 juta, Dedy sebesar Rp 600 juta dan Edo Iskandar sebesar Rp 700 juta. Sehingga, total uang yang diserahkan mencapai Rp 3, 357 juta.

     

    Dia mengatakan, uang jaminan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi MBR khusus dana Monev tahun 2012, yang telah disetor oleh para tersangka telah mencapai Rp 4 milyar lebih. Pasalnya, sejak awal tersangka Tony sudah menyerahkan sebesar Rp 1, 4 milyar.

     

    Uang tersebut, lanjut Ridwan, langsung diserahkan melalui rekening Kejati NTT melalui Bank Mandiri cabang Kupang dengan nomor rekening 161.000.147.2435 atas nama RPL 039 Kejati NTT untuk titipan perkara .

     

    “Uangnya langsung dikirim via rekening Kejati NTT. jika nanti putusan Pengadilan Tipikor Kupang tidak mencapai itu maka sisanya akan dikembalikan untuk para tersangka, “ katanya.

     

    Dia berharap, dengan adanya pengembalian kerugian negara ini, para tersangka dalam kasus korupsi lainnya bisa juga sadar untuk mengembalikan uang hasil korupsi itu. Dengan demikian tuntutan kepada tersangka menjadi ringan karena sudah ada protap atau edaran dari Jaksa Agung.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.