• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 20 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Duh ! Warga Desa Iligai Konsumsi Air Pisang dan Air Peri
    VICKY DA GOMEZ | Rabu, 05 Agustus 2015 | 21:43 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Duh
    Salah satu pohon pisang di Desa Iligai yang airnya dimanfaatkan untuk konsumsi

     

    Maumere, Flobamora.net - Kondisi prihatin dialami ribuan warga masyarakat Desa Iligai Kecamatan Lela Kabupaten Sikka. Sudah hampir dua bulan ini, warga setempat mengkonsumsi air pisang dan air peri untuk kebutuhan minum dan masak, termasuk kebutuhan privasi lainnya.

               

    Warga terpaksa mengkonsumsi air pisang dan air peri untuk mengatasi krisis air bersih di saat musim kemarau yang panjang. Kondisi ini bisa dipastikan baru akan berhenti menjelang musim hujan yang biasanya akan datang pada bulan November atau Desember.

     

    Kepala Desa Iligai Vincentius Manyo yang ditemui di Dusun Baoletet Desa Iligai, Rabu (5/8), mengatakan kebiasaan masyarakat mengkonsumsi air pisang dan air peri sudah dilakukan sejak lama sekali. Kebiasaan ini kerap dilakukan ketika musim kemarau.

     

    Dia mengatakan, kesulitan yang terbesar di Desa Iligai yakni kebutuhan akan air bersih yang layak. Pada musim hujan masyarakat memanfaatkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

     

    Pola yang dipakai yakni dengan sistem air tadah hujan. Saat musim kemarau tiba, jika persediaan air hujan sudah tidak ada lagi, maka masyarakat terpaksa mengkonsumsi air pisang dan air peri.

     

    Menurut dia, mestinya masyarakat bisa saja mengatasi dengan solusi lain seperti membeli air dari mobil-mobil tanki. Namun solusi seperti ini sangat memberatkan karena harga air menjulang tinggi. Untuk saat ini, ungkapnya, satu tanki mobil dengan kapasitas 5000 liter dijual dengan harga Rp 400.000.

     

    “Karena tidak ada lagi cara lain makanya masyarakat terpaksa konsumsi air pisang dan air peri,” ungkapnya.

     

    Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar pada Rabu (5/8) berkesempatan mendatangi Dusun Baoletet Desa Iligai untuk melihat dari dekat sulitnya masyarakat di desa itu mendapatkan air bersih yang layak konsumsi. Wabup Paolus Nong Susar disaksikan oleh ratusan warga setempat pun sempat mengkonsumsi satu gelas air peri langsung dari pohon peri.

     

    Usai melihat beberapa lokasi di mana masyarakat mengupayakan air dari pisang dan peri, Wabup Paolus Nong Susar menggelar pertemuan singkat di Posyandu Baoletet. Hadir saat itu Camat Lela Kasianus Kei, Kepala Desa Iligai Vincentius Manyo, Pelaksana Tugas PDAM Sikka Ruben Soludale, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sikka Bakri Kari, Kasat Pol PP Fery Henriquez, Kabag Humas Germanus Goleng, dan ratusan warga masyarakat di dusun itu.

     

    Pertemuan ini untuk mencari solusi jangka pendek yang harus dilakukan pemerintah menghadapi kondisi yang dialami masyarakat setempat. Wabup Paolus Nong Susar menyumbangkan dua tanki air sementara Ruben Soludale menyumbangkan satu tanki air.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.