• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 29 Maret 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Butuh Tim Independen Selesaikan Masalah Tanah di Nagekeo
    ALBERTUS | Kamis, 06 Agustus 2015 | 12:43 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Butuh
    Ketua Komisi I DPRD NTT, Kasintus P. Ebu Tho

     

    Kupang, Flobamora.net -  Salah satu masalah utama yang menjadi kendala program garam industri di Kabupaten Nagekeo adalah persoalan tanah. Untuk mempercepat program ini, perlu dibentuk tim independen yang bebas kepentingan.

     

    Ketua Komisi I DPRD NTT, Kasintus P. Ebu Tho kepada wartawan di Kupang, Kamis (6/8)  mengatakan, tim independen itu memfasilitasi dan mempertemukan semua pihak untuk menyelesaikan masalah tanah yang hingga saat ini  masih terkatung- katung.

     

    “Memang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo sudah berupaya menyelesaikan masalah tanah, tapi tidak menyelesaikan hal- hal substansial. Upaya pembebasan lahan yang dilakukan Pemkab Nagekeo lebih difokuskan untuk warga penghuni translok. Akibatnya, sertifikasi pembebasan tanah belum mencapai luas lahan yang dibutuhkan perusahaan untuk mengembangkan garam industri,” katanya.

     

    Dia mengakui, sebagian masyarakat yang lokasinya akan dijadikan usaha garam industri belum siap melepaskan lahannya. Hal ini disebabkan oleh belum ada penjelasan secara detail dari pemerintah tentang keuntungan yang diperoleh masyarakat dari usaha garam dimaksud, seperti pembehasan lahan dan pelatihan untuk masyarakat.

     

    Jika pemerintah secara transparan menjelaskan kepada masyarakat, pasti mereka secara sukarela menerima semua program pemerintah, termasuk garam.
    “Pemerintah harus selesaikan masalah substansial itu tahun ini, sehingga tahun 2016 programnya sudah mulai dijalankan,” ujarnya.

     

    Dia mengingatkan Pemkab Nagekeo akan pengalaman sebelumnya terkait investasi garam di Nagekeo. Dimana, kehadiran wakil menteri perindustrian ketika berkunjung ke Nagekeo, disambut dengan aksi demonstrasi. Akibatnya, anggaran yang telah dialokasikan untuk pengembangan garam di Nagekeo, dialihkan ke daerah lain di luar NTT.

     

    “Pengalaman ini harus menjadi pembelajaran untuk segera menyelesaikan masalah tanah di Nagekeo. Pasalnya, pemerintah pusat sudah punya program dan menyiapkan anggaran untuk membangun garam industri di Nagekeo,” tandasnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.