• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 19 November 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Peternak Mengeluh Pasokan Sapi dari NTT Dibatasi
    ALBERTUS | Rabu, 12 Agustus 2015 | 18:12 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Peternak
    Trnak Sapi Potong

     

    Kupang, Flobamora.net - Peternak sapi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan kebijakan pemerintah yang membatasi pengiriman sapi dari 1.500 ekor menjadi 800 ekor per minggu ke Pulau Jawa.

    Eyen Umar Syaharia, salah satu peternak sapi di PT Bumi Tirta Kupang mengatakan kebijakan pemerintah pusat membatasi impor sapi dari luar negeri untuk meningkatkan produktifits sapi lokal, ternyata tidak menguntungkan peternak dan mengakibatkan lonjakan harga daging sapi di dalam negeri.

    Dia mengatakan walaupun kebijakan itu hanya diberlakukan untuk impor daging sapi dari luar negeri, namun para peternak mengaku kebijakan tersebut malah mengakibatkan lonjakan harga dan tidak akan meningkatkan nilai jual sapi lokal.

    "Kebijakan itu tidak menguntungkan peternak, malahan mengakibatkan lonjakan harga sapi dalam negeri," kata Eyen di Kupang, Rabu (12/8).

    Dia menyebutkan di wilayah NTT, pasokan sapi yang diproduksi oleh para peternak untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Pulau Jawa, masih sangat minim walaupun sudah adanya Memorandum Of Understanding (MoU) antara pemerintah DKI Jakarta dan pemerintah Provinsi NTT tentang pasokan daging sapi.

    Pada tahun sebelumnya, peternak NTT mampu memasok 1000 hingga 1.500 ekor sapi ke Pulau Jawa. Namun, sejak kebijakan tersebut dikeluarkan pemerintah, pasokan sapi yang akan dikirim oleh peternak lokal hanya mencapai 800 ekor per minggu sesuai pesanan.

    Menurut Eyen, kebijakan pemerinah pusat membatasi pengiriman ternak dari Australia dan Selandia Baru, tidak akan meningkatkan nilai jual produktivitas lokal. Sebab, keuntungan yang di peroleh penjual dan pedagang hanya dari hasil pasokan sapi, bukan dari pasokan daging yang di perbanyak.

    "Untuk pengiriman ke Jakarta harus adanya persetujuan dari Jakarta lagi, pasokannya berapa banyak. Kalau dulu, dikirim berapa banyak masuk kesana juga diterima. Sekarang, kalau Jakarta minta seribu ekor, maka harus kirim seribu sehingga harga lokal tidak naik," katanya.

    walaupun harga daging sapi di pulau Jawa saat ini mencapai Rp130.000 per kilogram, namun tidak berpengaruh di NTT. Harga daging sapi di wilayah NTT masih dalam kondisi normal yakni Rp 85.000 per kilogram.

    Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Dany Suhadi membantah
    jika pemerintah membatasi pengiriman sapi ke Pulau Jawa per pekan, hanya saja dilakukan pembatasan kuota pengiriman sebanyak  65 ribu per tahun. "Silahkan saja, mereka mau kirim berapa banyak, tapi harus sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah," kata Dany.

    Dany menyampaikan pembatasan kuota per tahun dilakukan agar peternak sapi disesuaikan dengan populasi sapi di NTT, sehingga produksi sapi bisa berkelanjutan dari tahun ke tahun.

    Dia menyebutkan, populasi sapi sesuai data Dinas Peternakan NTT tahun 2014, sebanyak 860.731 ekor. Pemerintah NTT juga melarang peternak untuk mengirim sapi betina prokutif ke Pulau Jawa. Hal itu dilakukan, karena terkadang peternak mengirim sapi betina yang masih produktif.

    "Kadang peternak menjual sapi betina yang masih produktif, tapi mereka alasan sudah afker, sehingga harus dilarang menjual sapi betina produktif," katanya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.