Warning: ob_start(): output handler 'ob_gzhandler' conflicts with 'zlib output compression' in /home/flobamor/public_html/media.php on line 2
Belanja Makan Minum Bupati-Wabup Sikka Berpotensi Korupsi


  • LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 20 Maret 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Belanja Makan Minum Bupati-Wabup Sikka Berpotensi Korupsi
    VICKY DA GOMEZ | Rabu, 12 Agustus 2015 | 18:21 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Belanja
    ilustrasi Logo BPK

     

    Maumere, Flobamora.net, - Untuk pertama kalinya BPK RI Perwakilan NTT “membongkar” potensi korupsi di Rumah Jabatan Bupati Sikka dan Rumah Jabatan Wakil Bupati Sikka.

     

    Potensi korupsi itu terbaca pada penyediaan makanan dan minuman Rumah Tangga Bupati/Wakil Bupati dan penyediaan makanan dan minuman tamu. Belanja ini masuk dalam pos Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka.

               

    Uniknya, potensi korupsi ini melibatkan tiga orang perempuan penting di Kabupaten Sikka yakni IT, YAS, dan YAK. Keterlibatan tiga orang perempuan penting ini menjadi diskusi hangat sejumlah pihak yang sudah membaca Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Perwakilan NTT atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Sikka Tahun 2014.

     

    Pada saat pembahasan antara Pansus III dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka Germanus Goleng, Rabu (12/8), Stefanus Sumandi dari Fraksi PDI Perjuangan sempat meminta Germanus Goleng untuk menyampaikan initial tiga perempuan penting itu.

     

    Namun belum sempat dijawab, permintan ini malah dijawab oleh Phillips Fransiskus anggota Pansus III lainnya. Ketua Fraksi PAN itu dengan jelas menyebutkan initial IT sebagai Irma Tibuludji yang adalah isteri Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera.

     

    Sedangkan initial YAS dan YKT sampai dengan pansus selesai belum terungkap identitas mereka. Ditemui usai pansus, Germanus Goleng yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Kabag Humas dan Protokol Setda Sikka, enggan menyebutkan initial ketiga perempuan penting itu.

     

    Data yang dihimpun Flobamora.net, belanja makanan dan minuman Bupati Sikka sebesar Rp 20 juta per bulan atau Rp 240 juta per tahun 2014. Belanja makanan dan minumam Wakil Bupati Sikka sebesar Rp 17,5 juta per bulan atau Rp 210 juta per tahun 2014. Sedangkan belanja makanan dan minuman tamu penerimaan kunjungan  kerja pejabat negara/departemen/lembaga pemerintah non departemen/luar negeri sebesar Rp 179.293.500 per tahun 2014.

     

    Dalam LHP BPK RI Perwakilan NTT tertanggal 4 Agustus 2015, disebutkan pencairan belanja makanan dan minuman Bupati-Wabup Sikka dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka melalui Surat Perintah Pencairan Dana Ganti Uang dan Tambahan Uang (SP2D Gu dan TU) setiap kali pengajuan untuk kebutuhan dana tersebut.

     

    Dana itu kemudian diserahkan secara tunai sebesar nilai bruto secara langsung kepada IT dan YAS. Sedangkan untuk belanja makanan dan minuman tamu diterima IT, YAS, dan YKT.

     

    Hasil pengujian bukti pertanggungjawaban belanja  Bendahara Pengeluaran diketahui bahwa bukti-bukti atas penggunaan dana tersebut berupa kuitansi dinas tanda terima dari Bendahara Pengeluaran kepada IT, YAS, dan YKT dengan lampiran perincian rencana biaya makan minum yang ditandatangani oleh Kasubag Rumah Tangga pada Bagian Humas Setda Sikka.

     

    Dalam pertanggungjawaban belanja, belum disertakan bukti atau kuitansi riil dari pihak ketiga atas penggunaan dana tersebut sebagai bagian dari pertanggungjawaban. Kondisi ini mengakibatkan pertanggungjawaban belanja penyediaan makanan dan minuman bagi Bupati-Wabup Sikka dan tamu sebesar Rp 629.293.500 berupa kuitansi dinas tidak dapat digunakan sebagai alat pengendalian dan pengawasan.

     

    Dalam LHP itu, BPK RI Perwakilan NTT mengatakan hal ini disebabkan karena Kabag Humas dan Protokol Setda Sikka lalai dan tidak mengelola pengeluaran yang menjadi tanggungjawabnya. Ketika dikonfirmasi saat audit, Kabag Humas dan Protokol mengakui adanya temuan tersebut dan menyatakan pengelolaan belanja tersebut dikelola langsung oleh IT, YAS, dan YKT dengan melakukan pembelanjaan setiap hari di pasar tradisional di mana penjual tidak memiliki nota atau kuitansi pembelian.

     

    Informasi yang dihimpun Flobamora.net, hampir setiap tahun BPK RI Perwakilan NTT melakukan audit antara lain terhadap penyediaan belanja makanan dan minuman Bupati-Wabup Sikka dan belanja makanan dan minuman tamu. Namun baru kali ini ditemukan potensi korupsi akibat tidak adanya bukti-bukti riil dari pihak ketiga.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.