• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 25 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    HUT RI ke-70 di Kojadoi, Merah Putih Dikibarkan di Tengah Laut
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 17 Agustus 2015 | 21:46 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    HUT
    Pengibaran bendera merah putih di tengah laut di perairan Kojadoi

     

     

    Maumere, Flobamora.net - Sepuluh buah sampan kecil membawa pasukan 17 dan pasukan 8 ke tengah laut perairan Kojadoi Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka.

     

    Indari Mastuti Resmiyanti menerima bendera dari tangan Camat Alok Timur Frando da Lopez selaku Inspektur Upacara. Bendera itu kemudian dikibarkan di tengah laut oleh dua pengerek yaitu Jodi Satria dan As Aril.

               

    Pengibaran bendera merah putih di tengah laut ini merupakan yang pertama kali di lakukan di tingkat Kabupaten Sikka dalam rangka memperingati HUT RI ke-70 yang jatuh pada Senin (17/8).

     

    Momen yang terbilang unik ini disaksikan ratusan masyarakat dari tiga desa yakni Desa Kojadoi, Kojagete, dan Parumaan. Beberapa masyarakat dari desa tetangga seperti Pemana dan Gunung Sari yang berada di wilayah Kecamatan Alok juga tampak hadir.

               

    Tiang untuk pengibaran bendera merah putih ditaman sedalam tiga meter oleh panitia dan warga masyarakat setempat. Posisi tiang bendera ini berada sekitar 100 meter dari daratan. Agar tiang bendera tidak terombang-ambing ombak, panitia lokal dan warga setempat membuat tiang pancang kecil-kecil yang ditanam di sekitar tiang bendera.

               

    Podium upacara yang ditempati Camat Alok Timur dan sejumlah undangan juga berada di tengah laut, sejajar dengan tiang bendera, kurang lebih berjarak sekitar 100 meter. Kaki podium dibuat dari kayu-kayu lokal di di desa itu. Podium ini berkapasitas kurang lebih 150 orang.

               

    Untuk mencapai podium upacara, warga menyiapkan rakit buatan dari bahan-bahan lokal. Peserta upacara yang menempati podium diantar dengan rakit itu ke podium upacara. Rakit tersebut didorong oleh 18 orang pasukan katak.  

               

    Bertindak sebagai Komandan Upacara yakni Babinsa Kojadoi Bonifasius. Posisi komandan upacara sejajar dengan tiang bendera kurang lebih berjarak 100 meter ke arah barat. Bonifasius pun diantar oleh pasukan katak ke tengah laut menggunakan rakit yang lain.

               

    Sejumlah kapal motor berbagai ukuran ditempatkan di belakang komandan upacara. Kapal-kapal motor itu diisi oleh ratusan pelajar sekolah dasar dan sekolah menengah serta warga setempat.

     

    Persis di belakang peserta upacara ini, warga lainnya mengikuti upacara dari punggung-punggung bukit. Bagan-bagan ikan milik masyarakat yang berada di tengah laut pun dimanfaatkan warga dan para pelajar untuk menyaksikan momen langka ini.

               

    Para peserta upacara baik yang di podium, maupun di kapal-kapal nelayan dan bagan-bagan ikan, menyaksikan dengan serius pasukan pengibar bendera (paskibra) yang terdiri dari pasukan 45, pasukan 17, dan pasukan 8. Paskibra dengan mengenakan pakaian sederhana ini membentuk formasi sejak dari daratan sampai ke bibir pantai. Sampai di momen ini, pasukan 45 yang mengenakan pakaian pramuka berhenti di situ.

               

    Selanjutnya pasukan 17 dan pasukan 8 menaiki 10 sampan kecil. Di atas sampan itu, ada yang terdiri dari 3 orang, dan ada yang hanya 2 orang saja, sedangkan komandan pasukan menggunakan sampan seorang diri. Dia memimpin konvoi pasukan ini ke tengah laut menuju ke podium upacara untuk menerima bendera dari Camat Aklok Timur.

               

    Konvoi sampan-sampan paskibra ini dilengkapi dengan formasi berkarakter nelayan lokal. Mereka mengayuh dayung dengan irama yang sama, lalu membungkukkan badan, kemudian mengangkat dayung ke atas dengan dua tangannya. Formasi ini terus dilakukan sampai konvoi itu tiba di depan podium upacara.

               

    Di depan podium upacara, dengan posisi berdiri di atas sampan, Indari Mastuti Resmiyanti, siswa kelas 1 SMK Tawatana Kojadoi menerima bendera dari tangan Camat Alok Timur. Prosesi ini berlangsung khidmat dan penuh sakral. Usai menerima bendera merah putih, sampan paskibra langsung konvoi menuju tiang bendera, masih dengan formasi yang sama.

               

    Tiba di tiang bendera, sampan yang memuat pemegang bendera dan sampan yang memuat pengerek bendera langsung mendekati tiang bendera. Dengan posisi berdiri di atas sampan masing-masing, mereka bertiga pun melakukan tugas mengikat bendera ke tali-tali bendera yang sudah disiapkan. Dan setelah itu bendera dikibarkan diiringi lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh anggota koor yang terdiri dari ibu-ibu desa setempat.

               

    Flobamora.net yang ikut menyaksikan seluruh rangkaian upacara ini mencatat semua proses berjalan sempurna, meskipun perairan Kojadoi saat itu sedang sedikit bergelombang. Warga masyarakat yang hadir pada upacara ini serentak memberikan tepuk tangan meriah dan apresiasi atas jalannya upacara pengibaran bendera merah putih di tengah laut.

               

    Hadir pada upacara ini antara lain Kepala Desa Kojadoi Hanawi, Lurah Waioti Taufan da Cunha, Lurah Beru Avelinus, Lurah Wairotang Maria Ludgardina Bora, sejumlah aparat TNI dan polisi, para pejabat dari BMKG Maumere, tokoh masyarakat Desa Kojadoi.***


     
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.