• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 04 Juli 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    Kisah Andrinof Chaniago, Kawan Lama Jokowi yang Hilang dari Istana
    ANA DEA | Selasa, 18 Agustus 2015 | 13:12 WIB            #NASIONAL

    Kisah
    Foto: (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari)

     

     
    JAKARTA - Andrinof Chaniago dipanggil khusus oleh Presiden Jokowi pada Selasa (11/8) kemarin malam. Andrinof tak menyangka hari itu bakal jadi hari terakhir dirinya jadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas.

    Andrinof dikenal publik sebagai kawan lama Jokowi sejak di Solo. Andrinof tak menduga dirinya bakal direshuffle, apalagi pencopotannya terjadi dua hari setelah kedatangan Menteri Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi China Xu Shaoshi ke Indonesia menawarkan Proyek Kereta Api Cepat.

    Informasi yang didapatkan dari sebuah sumber bahwa Andrinof sangat kritis meminta studi kelayakan dan pembiayaan kereta api cepat dihitung dengan cermat agar tidak membebani keuangan negara.

    "Penolakannya terhadap Jembatan Selat Sunda, reklamasi pantai Benoa hingga pembangunan rel kereta api batubara di Kalimantan Tengah ternyata beririsan dengan  kepentingan bisnis keluarga beberapa menteri dan lingkaran istana presiden/wapres dalam kabinet Jokowi," kata sumber yang juga orang dekat Andrinof itu, Selasa (18/8/2015).

    Sumber tersebut pun mengungkapkan detik-detik terakhir sebelum Jokowi mencopot kawan lamanya itu dari kabinet. Presiden Joko Widodo memanggil Andrinof pukul 19.30 Selasa malam pekan lalu, sehari sebelum pengumuman.

    Sebelum pembicaraan berlangsung dia juga menanyakan kepada Presiden mengenai maksud panggilan mendadak itu. "Tadi sudah disampaikan detail oleh Pak Pratik, kan ?" ujar sumber tersebut menirukan jawaban Presiden.

    Selama pertemuan pandangannya presiden lebih banyak diarahkan menoleh ke Wakil Presiden Jusuf Kalla yang duduk di sampingnya .Sedangkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, yang duduk di samping Andrinof menjadi pendengar setia dalam pertemuan sekitar 20 menit itu.

    "Awal pertemuan begitu canggung, wajah Jokowi dan JK tegang dan kikuk. Andrinoflah yang mencairkan ketegangan tersebut," kata sumber yang paham sekali tentang pertemuan tersebut itu.

    Di ruang kerjanya itu, Presiden Jokowi memulai pembicaraan dengan menjelaskan soal kondisi ekonomi global. Dia pun berpendapat bahwa Bappenas memerlukan bantuan teknis dalam menjalankan tugas-tugasnya

    "Walaupun tugas Bappenas lebih banyak perencanaan on paper dibanding teknis, "ujar sumber tersebut.

    Jokowi lantas menerangkan berulang kepada Kalla mengenai kedekatannya dengan Andrinof. "Pak Andrinof ini teman saya yang membantu sejak di Solo lalu Pilgub di Jakarta juga pilpres saya dan Pak JK," ucapnya menirukan penuturan Jokowi.

    Andrinof memang menjadi tim sukses Jokowi sejak berlaga dalam Pilkada di Kota Solo, lalu berlanjut dalam pilkada di Jakarta dan pilpres pada 2014. Kalla mendengarkan dengan wajah yang masih tegang. Andrinof lantas memotong dan meringankan percakapan.

    "Adakah keputusan yang Bapak akan ambil?"

    Kemudian Presiden menyampaikan keputusannya memberhentikan Andrinof. Andrinof pun menanyakan alasan pencopotannya. "Saya menghormati keputusan Bapak selaku pimpinan dan tentu merupakan hak saya dan kesempatan ini berharga buat saya untuk bisa mendaparkan alasan pencopotan saya . Agar saya bisa memperbaiki dan mengevaluasi diri dimasa datang," ujarnya menirukan Andrinof.

    Kepada Andrinof, dia menerangkan, Presiden menanyakan hubungan kerja dan koordinasi Bappenas dengan Kementerian Keuangan.  Asumsi makro ekonomi dikaitkan dengan kondisi nasional versi Bappenas  juga ditanyakan.

    Dijelaskan Andrinof bahwa Bappenas sudah menyiapkan simulasi  dengan berbagai skenario, dari yang pesimistis sampai optimistis, yang akan dikomunikasikan dengan  Kementerian Keuangan. Andrinof melaporkan hal-hal  pencapaian dan kerja yang sudah dicapai olehnya dalam 10 bulan dan menceritakan bagaimana kesulitan komunikasi Bappenas dengan Kementerian Keuangan  yang sudah terjadi sejak lama, bahkan sebelum Bappenas dipimpinnya.

    Jusuf Kalla, dia melanjutkan, menimpali dengan mengamini penjelasan Andinof. Menurut Kalla, memang di situlah permasalahan selama ini kesulitan Bappenas komunikasi dengan Departemen Keuangan.

    "Mendengar penjelasan rasional Andrinof  tersebut  Jokowi terlihat kaget. Sepertinya info yang diterima presiden berbeda," ucapnya.

    Melihat mimik Presiden, Andrinof lalu mengatakan jangan sampai penjelasan dan fakta yang disampaikannya membuat Presiden Jokowi ragu dalam mengambil keputusan untuk mengganti dirinya.

    Awalnya Andrinof datang ke Istana tanpa tahu agenda pembicaraan dengan Presiden. Sebelum memasuki ruangan kerja Presiden, dia sempat bertanya kepada Pratikno perihal pemanggilannya itu terkait rencana reshuffle kabinet.

    Di akhir pertemuan, dengan mata berkaca-kaca, Jokowi memeluk Andrinof dengan erat..."Tetap saya akan bantu Bapak selama arah pembangunan ke arah lebih baik berlandaskan Trisakti," kata Andrinof.  

    Akhirnya Andrinof pun melenggang pulang dan siap menerima keputusan Presiden Jokowi memberhentikannya dengan hormat dan memasang Sofyan Djalil yang juga digeser dari kursi Menko Perekonomian di kursi yang ditinggalkan Andrinof.

     


    Sumber: news.detik.com
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.