• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 29 November 2021

     
    Home   »  Siapa & Siapa
     
    Resmiyanti : Saya Takut Bendera Jatuh ke Laut
    VICKY DA GOMEZ | Selasa, 18 Agustus 2015 | 21:42 WIB            #SIAPA & SIAPA

    Resmiyanti
    Indari Mastuti Resmiyanti

     

     

    Maumere, Flobamora.net - Raut mukanya berbinar-binar, saat sampan yang membawanya dari laut tiba di daratan. Sepintas terlihat sisa-sisa tetesan air mata dari pelupuknya yang alami.

     

    Dia turun dari sampan dengan sedikit berpeluh keringat, menginjakkan kakinya ke pantai, dan terus bergabung dengan rekan-rekan pasukan pengibar bendera yang lain, untuk melakukan prosesi finishing menuju bagian ujung Pelabuhan La Malino.

               

    Indari Mastuti Resmiyanti, gadis mungil berumur 15 tahun ini pantas menangis haru. Bersama rekan-rekannya, dia baru saja sukses mengibarkan bendera merah putih di tengah laut Kojadoi dalam rangka memperingati HUT RI ke-70 di Desa Kojadoi Kecamatan Alok Timur.

     

    Siswi Kelas 1 jurusan Perikanan SMK Tawatana Kojadoi ini masuk dalam pasukan 8. Anak keempat dari lima bersaudara pasangan Muhammad Nasir dan Rusda ini dipercayakan sebagai pemegang bendera merah putih. Posisi penting ini benar-benar dia lakukan dengan penuh tanggung jawab.

     

     

    Memang ada rasa nervous dan takut ketika dia bersama pasukan 8 dan pasukan 17 mulai menaiki sampan dari darat untuk menuju ke laut. Panitia menyiapkan sepuluh buat sampan kecil yang dilengkapi dengan dayung yang dicat merah putih, dan di bagian belakang sampan terlihat aksesoris bendera merah putih berukuran kecil.

     

    “Waktu terima bendera merah putih dari Pak Camat (Camat Alok Timur Frando da Lopez), saya gugup sekali. Kan saya harus berdiri di atas sampan, sementara gelombang cukup kencang. Saya harus menjaga keseimbangan sampan, sambil konsentrasi terima bendera. Saya takut sekali, saya takut bendera jatuh ke laut. Syukurlah momen ini bisa saya lewati dengan baik,” ungkap anggota Sanggar Lamalino Kojadoi pimpinan Adi Jufriansa.

     

    Berdiri di atas sampan, menjaga keseimbangan, sambil menerima bendera merah putih, bukanlah hal yang biasa. Meski laut dan sampan sudah menjadi bagian dari kehidupan Onde – panggilan kesayangan Indari Mastuti Resmiyanti -  namun yang dia lakukan kali ini pada momen resmi kenegaraan meski hanya di tingkat desa.

     

    Sorotan ratusan pasang mata masyarakat yang hadir saat itu, juga membebani tugas dan tanggung jawab negara ini kepada alumni SDN 33 Kojadoi dan SMPN 4 Maumere di Kojadoi itu. Angin kencang dan bayangan akan bendera jatuh ke laut sepintas singgah di benaknya. Namun cepat-cepat dia alihkan dengan berpikir bagaimana supaya bendera itu tidak jatuh ke laut.

     

    Pemuja lagu Cinta Terbaik dari Kasandra ini kembali merasa gugup ketika bersama Jodi Satria dan As Aril siap mengibarkan bendera merah putih. Maklum, ini pengalaman pertamanya. Dia khawatir terjadi masalah dengan ikatan tali-tali bendera atau dengan posisi bendera itu sendiri. Syukurlah semuanya bisa dilewatkan dengan sempurna.

     

    Hanya satu bulan latihan, ungkap pengagum Justin Biber ini. Pelatihnya adalah tiga orang guru yang mengandalkan otodidak untuk menciptakan formasi-formasi di lapangan. Dia mengikuti latihan secara total untuk bisa memberikan yang terbaik pada upacara yang unik ini.

     

    “Mengibarkan bendera di tengah laut, ini pengalaman yang tidak bisa saya lupa sepanjang hidup saya. Terima kasih untuk semua pelatih yang sudah melatih kami selama satu bulan. Terima kasih juga buat rekan-rekan paskibra yang penuh tanggung jawab, bersatu padu dan kompak untuk sukseskan momen ini,” ucap gadis yang mengaku masih jomblo ini.

     

    Penyuka Bahasa Inggris yang bercita-cita sebagai pramugari ini berharap upacara pengibaran bendera merah putih di tengah laut menjadi rutinitas tahunan di Kojadoi. Bila perlu menjadi rutinitas tahunan semua desa yang berada di wilayah Gugus Teluk Maumere. Kawasan ini kaya dengan potensi wisata bahari yang unik dan eksotik, didukung perkampungan yang tradisionil dan alami. Semuanya itu, jika dikemas secara baik, kelak bisa menjadi destinasi wisata yang menggiurkan bagi Kabupaten Sikka.***

     
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.