• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 04 Desember 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Vonis Tiga Terdakwa Kasus Bronjongnisasi di Ende Beragam
    REDAM | Kamis, 20 Agustus 2015 | 20:44 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Vonis
    Ilustrasi

     

     

    Kupang, Flobamora.net– Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Kamis (20/8) menjatuhkan vonis terhadap tiga terdakwa kasus bronjongnisasi dan tanggul tahun 2010 di Kabupaten Ende secara beragam.

     

    Sidang dengan agenda pembacaan putusan itu dipimpin majelis hakim Beny Eko Supryadi didampingi dua hakim anggota Jult Lumban Gaol dan Anshyori Saefudin.

     

    Tiga terdakwa yang divonis yakni Yohanes Ratu Taga, Ben Pas Mbulu dan Yohanes Kota. Ketiganya didampingi kuasa hukum Erens Kause.Turut hadir JPU, Totok Wahludi, SH.

     

    Dalam sidang itu, majelis hakim menyatakan untuk terdakwa Yohanes Ratu Taga divonis selama 1 tahun 6 bulan penjara karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek itu.

     

    Selain divonis 1 tahun 6 bulan penjara, majelis hakim menyatakan agar terdakwa membayar denda sebesar Rp 50 juta. Dengan catatan, jika terdakwa tidak membayar denda tersebut setelah putusan hakim berkekuatan tetap maka akan diganti dengan pidana penjara selama 2 bulan.

     

    Untuk Ben Pas Mbulu, majelis hakim menyatakan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek itu sehingga dijatuhi hukuman selama 1 tahun penjara.

     

    Selain divonis 1 tahun penjara, majelis hakim menyatakan agar terdakwa membayar denda sebesar Rp 50 juta. Dengan catatan, jika terdakwa tidak membayar denda tersebut setelah putusan hakim berkekuatan tetap maka akan diganti dengan pidana penjara selama 2 bulan.

     

    Sedangkan untuk Yohanes Kota majelis hakim menjatuhkan vonis selama 1 tahun 3 bulan penjara, karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek itu.

     

    Selain divonis 1 tahun 3 bulan penjara, majelis hakim menyatakan agar terdakwa membayar denda sebesar Rp 50 juta. Dengan catatan, jika terdakwa tidak membayar denda tersebut setelah putusan hakim berkekuatan tetap maka akan diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan.

     

    Menurut majelis hakim, perbuatan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diatur dan diancama dalam pasal 3 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

     

    Erens Kauseelaku kuasa hukum para terdakwa yang ditemui usai majelis hakim membacakan putusan itu menyatakan, para terdakwa menerima putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.