• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 20 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pemkab Flotim Harus Maksimalkan Potensi Air
    ALBERTUS | Sabtu, 29 Agustus 2015 | 12:45 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pemkab
    Ilustrasi

     

    Kupang, Flobamora.net -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur (Flotim) harus memaksimalkan potensi air di daerah itu untuk menjawabi kebutuhan masyarakat akan air minum bersih, terutama di Kota Larantuka. Karena pasokan air ke Kota Reinha saat ini sangat berkurang.

     

    Penegasan ini disampaikan anggota DPRD NTT dari Fraksi PDI Perjuangan, Gusti Beribe kepada wartawan di Kupang, Jumat (28/8) kemarin, terkait masalah air bersih di daerah itu.

     

    Gusti menjelaskan, selama ini pasokan air minum bersih ke Kota Larantuka dan daerah sekitarnya satu-satunya berasal dari mata air Bama. Mata air Bama terutama pada musim kemarau, debitnya menurun. Hal ini berdampak pada pasokan air ke Kota Larantuka untuk menjawabi kebutuhan masyarakat akan air minum bersih. Karena dari sumber mata air yang sama, juga dimanfaatkan masyarakat Bama untuk irigasi dan air minum bersih.

     

    Dia menyatakan, Pemkab Flotim tidak bisa pasrah dengan kondisi yang ada dengan berargumen, tidak ada mata air lain yang bisa dikelola. Kondisi seperti itu harus bisa dijawabi dengan memaksimalkan potensi air bawah tanah yang ada di daerah itu.

     

    “Salah satu solusi yang bisa diambil adalah memperbanyak sumur bor, agar bisa mendukung suplai air dari Bama yang sering terkendala pada musim kemarau,” katanya.

     

    Tidak hanya Kota Larantuka dan sekitarnya, lanjut Gusti, persoalan krisis air minum bersih juga terdapat di hampir seluruh wilayah kabupaten di ujung Timur Pulau Flores itu.

     

    Memang, tambahnya, di beberapa daerah terdapat sumber mata air, tapi hanya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dan sejumlah daerah sekitar. Karena itu, pemerintah harus mengalokasikan anggaran dalam APBD agar menggali memanfaatkan potensi air bawah tanah dengan sumur bor.

     

    Selain itu, papar dia, pemerintah juga perlu membangun embung- embung di daerah-daerah yang berpotensi menampung air hujan pada musim hujan. Jika kemampuan keuangan daerah tidak mencukupi untuk membangun embung, maka harus berkomunikasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, agar bisa mendapat bantuan pembangunan embung.

     

    “Jika pemerintah tidak pernah melakukan sejumlah langkah itu, maka krisis air minum bersih di Kota Larantuka dan Flotim pada umumnya tidak pernah terselesaikan,” tandas Gusti.

     

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTT, Andre Koreh mengatakan, pemerintah pusat pada tahun 2015 ini akan membangun 100 embung di NTT. Embung itu akan dibangun di sejumlah daerah sesuai usulan dan kajian yang dilakukan, terutama di daerah- daerah yang sering dilanda kekeringan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.