• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 30 November 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Heni Doing Sebut Kabupaten Sikka Terkena "Serangan Jantung"
    VICKY DA GOMEZ | Minggu, 30 Agustus 2015 | 19:24 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Heni
    Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sikka, Agustinus Romualdus Heni

     

     

    Maumere, Flobamora.net - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sikka Agustinus Romualdus Heni mengibaratkan Kabupaten Sikka sebagai tubuh seorang anak manusia. Dengan ibarat itu dia menyebut Kabupaten Sikka sedang terkena “serangan jantung” karena darah tidak bisa didistribusikan secara baik dan lancar ke seluruh organ tubuh akibat penyempitan pembuluh darah.

               

    Di depan sidang paripurna yang dihadiri Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar, Rabu (26/8) lalu, Agustinus Romualdus Heni yang biasa disapa Heni Doing itu mengatakan darah adalah energi yang mengalir untuk menghidupkan Kabupaten Sikka, dan pembuluh darah adalah kepemimpinan yang dilakoni para pemimpin, yang mana tidak mammpu mengalirkan darah secara lancar ke seluruh organ pemerintahan sehingga menyebabkan kabupaten ini terkena serangan jantung.

               

    Kondisi ini, kritiknya, bertambah parah karena kadar haemoglobin dalam darah juga rendah. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, timpal dia, karena pemimpin kekurangan darah kepemimpinan, kekurangan haemoglobin yang menginspirasi sehingga akhirnya asupan oksigen yang menyegarkan pikiran pun menjadi terganggu.

               

    “Kita seolah susah sekali untuk berkreasi dan berinovasi, tidak bisa keluar dari zona nyaman, mungkin karena takut salah sehingga tidak mau mengambil risiko. Padahal, setiap upaya apapun selalu ada risiko, tidak ada sesuatu pun yang berharga yang dapat dicapai tanpa risiko,” tandas mantan Wakil Ketua DPRD Sikka itu.

               

    Di bagian akhir kritikan ini, Heni Doing mempertanyakan apakah eksekutif dan legislatif akan terus membiarkan penyakit ini terus menggerogoti. Hemat dia, jawabannya ada pada masing-masing kapasitas dan kewenangan.

     

    Untuk mengeliminir penyakit itu, dia mengingatkan agar jangan menunggu nahkoda, karena hemat dia, nahkoda pun bisa salah baca kompas.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.