• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 30 November 2020

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Serapan APBD NTT Capai 50 Persen
    ALBERTUS | Jumat, 04 September 2015 | 11:53 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Serapan
    Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda NTT Ferdi Kapitan (kiri)

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Serapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Juni 2015 telah mencapai 50,34 persen dari sisi keuangan dan 70 persen proyek fisik.

    Kepala Biro Administrasi Pembangunan NTT Ferdi Kapitan mengatakan, khusus pengadaan barang dan jasa, pemerintah daerah telah melakukan tender 359 paket proyek pembangunan atau 87 persen dan 83 persen kontrak tender proyek sudah dilaksanakan. Proses tender sudah berjalan sejak awal tahun 2015.

    Ferdi mengatakan penyerapan APBD tertinggi terdapat pada Dinas Kelautan dan Perikanan yang mencapai 53,10 persen, Dinas Sosial 42,74 persen dan Dinas Perhubungan 42,4 persen.

    Pengelola dana sudah diatas Rp 20 miliar. Sedangkan penyerapan anggaran Rp 10-Rp 20 miliar tertinggi terdapat pada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) 52,4 persen.

    Walaupun penyerapan anggaran sudah terbilang tinggi, namun hasil evaluasi meminta agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) segera dilaksanakan pada sisa waktu lima bulan ini. "Kami terus mendorong agar segera menjalankan program yang belum dilakukan," katanya di Kupang, Jumat (4/9).

    Sebelumnya, Gubernur Frans Lebu Raya menjelaskan APBD Provinsi NTT bertambah Rp 68,17 miliar lebih atau naik 2,08 persen dari anggaran semula Rp 3,28 triliun menjadi Rp 3,53 triliun.

    Menurut Lebu Raya, perubahan pendapatan tersebut diperkirakan berasal dari PAD bertambah Rp 41,53 miliar atau naik 5,01 persen dari target semula Rp 829,81 miliar menjadi Rp 871,34 miliar.

    “Pendapatan tersebut, berasal dari pajak daerah Rp 658,72 miliar, retribusi daerah Rp 38,07 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 71,57 miliar dan lain-lain PAD Rp 102,96 miliar,” ujar dia.

    Selain itu, adanya tambahan dana perimbangan sebesar Rp 1,51 triliun. Pendapatan tersebut diperoleh dari bagi hasil pajak atau bukan pajak berkurang Rp 7,90 miliar atau turun 8,31 persen dari target semula Rp 95,10 miliar.

    Dia menyampaikan, Dana Alokasi Khusus (DAK) bertambah Rp 38,95 miliar atau naik 45,57 persen dari target semula Rp 85,49 miliar menjadi Rp 124,44 miliar.

    “Sementara itu perolehan dari lain-lain pendapatan daerah yang sah berkurang Rp 4,41 miliar atau turun 0,45 persen dari target semua Rp 971,81 miliar menjadi Rp 967,40 miliar,” jelasnya.

    Dia mengatakan, pendapat yang sah terdiri dari dana hibah bertambah Rp 1,34 miliar atau naik 11,85 persen dari target semula Rp 11,32 miliar menjadi Rp 12,66 miliar. Sedangkan penerimaan dari pihak ketiga berkurang sebesar Rp 5,75 miliar atau turun 100 persen dari taget semula Rp 5,75 miliar.* **


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.