• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 22 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Ajaran-ajaran Soekarno Harus Diamalkan Secara Politis dan Organisatoris
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 05 September 2015 | 18:41 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Ajaran-ajaran
    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat membuka Kongres XIX GMNI di Maumere, Kabupaten Sikka, Sabtu (5/9)

     

    Maumere, Flobamora.net - Menteri Dalam Negeri RI Tjahyo Kumolo mengingatkan kader-kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) untuk terus mengamalkan ajaran-ajaran Soekarno baik itu secara politis maupun secara organisatoris.

               

    Ingatan sekaligus ajakan ini disampaikan Tjahyo Kumolo ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan Kongres XIX GMNI yang berlangsung di Auditorium Unipa Maumere, Sabtu (5/9).

     

    Usai memberikan sambutan, Tjahyo Kumolo memukul gong tanda dibuka secara resmi kongres yang bertemakan “Mewujudkan Kedaulatan Maritim Indonesia melalui Tri Sakti Bung Karno”.

               

    Tjahyo mengaku bangga karena hingga saat ini kader-kader GMNI selalu komitmen dan konsisten untuk berdiri paling depan menyalakan obor bagi kaum marhaen. Dia memberikan apresiasi yang tinggi atas komitmen dan konsistensi itu.

               

    Di tengah perjuangan untuk mengamalkan ajaran-ajaran Bung Karno, Tjahyo mengisyaratkan adanya lembaga atau orang perorang yang mencoba untuk mematikan ajaran-ajaran Bung Karno.

     

    Dia malah tidak ragu-ragu menyebutkan nama salah seorang pejabat di negara ini yang berupaya untuk menghentikan ajaran-ajaran Bung Karno.

               

    Buat Tjahyo Kumolo, jika ingin menghentikan perjuangan GMNI itu artinya sama dengan mau menghilangkan ajaran-ajaran Bung Karno. Jika menghilangkan ajaran-ajaran Bng Karno, lanjutnya, sama artinya dengan mau menghapus sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

               

    Melihat kondisi itu, Tjahyo Kumolo yang juga adalah salah satu alumni GMNI, mengingatkan kader-kader GMNI agar memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjaga keutuhan bangsa ini, menjaga keagungan Pancasila, UUD 1945, dan NKRI.

               

    Mendagri Tjahyo Kumolo tiba di Bandara Frans Seda Maumere dengan menggunakan pesawat carteran Susi Air dari Kupang. Dia didampingi Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Di Bandara Frans Seda, Mendagri dijemput oleh Gubernur NTT Frans Leburaya, Ketua PA GMNI Ahmad Basarah, Andre Hugo Parera, Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera, Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar, Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno, Pimpinan DPRD Sikka dan sejumlah pejabat lainnya.

               

    Sebelum membuka Kongres XIX GMNI, Mendagri terlebih dahulu melakukan peletakkan batu pertama pembangunan Sikka Innovation Center. Usai membuka kongres, Tjahyo Kumolo menemui Uskup Maumere Mgr. Gerulfus Kherubim Parera di Istana Keuskupan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.