• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 27 November 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kasus Gizi Buruk di Nagekeo Sudah Berhasil Diatasi
    ALBERTO | Senin, 10 Februari 2014 | 14:55 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kasus
    Balita Gizi Buruk

     

     
    Mbay, Flobamora.net- Bupati Nagekeo, Elias Djo mengakui, kasus Gizi buruk yang terjadi di Kabupaten yang dipimpinnya sudah berhasil diatasi. Saat ini mereka terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya kesehatan dan  bagaimana agar terhindar dari masalah gizi buruk.

    “Kami sudah berhasil tangani kasus gizi buruk itu, dan akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar kasus ini tidak akan terjadi lagi. Keadaannya sudah kembali normal,” kata Bupati Djo yang dihubungi Senin (10/02).

    Bupati Elias Djo yang mengaku sedang berada di Jakarta itu menjelaskan, kasus kematian seorang balita di Nagekeo  itu terjadi karena kesalahan orang tua yang tidak memperhatikan  pola hidup sehat dalam keluarga.

    Dia mengatakan, seharusnya gizi buruk itu tidak boleh terjadi di Nagekeo, karena masyarakat di sana memiliki lahan yang luas untuk pertanian dan ternak.

    “Masyarakat punya banyak tanaman, ternak yang bisa menopang kehidupan ekonomi, tetapi mengapa bisa terjadi seperti ini. Ini karena mereka kurang memperhatikan pola hidup sehat di keluarga masing-masing,” katanya.

    Bupati Nagekeo juga mengakui, telah menginstruksikan Dinas Kesehatan Nagekeo melakukan sweeping ke rumah-rumah penduduk di daerah itu untuk mendeteksi balita gizi kurang maupun gizi buruk. “Pemda akan back up semua biaya perawatan,” tegas Elias.

    Sebelumnya, diberitakan, tiga warga Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT meninggal dunia karena gizi buruk. Sementara seorang masih dirawat intensif di Nagekeo. Tiga orang meninggal dunia atas nama Rofinus Mola Ito dari Nageoga,  Alexander Juandri Katu dari Desa Kelewae, dan satu orang dari Aesesa Selatan.

    Sedangkan pasien yang masih dirawat atas nama Gregorius Agung Papu (4). Dua pasien dari Boawae meninggal tahun 2013 dan satu pasien dari Aesesa Selatan meninggal tahun 2014. Gregorius Agung dirawat sejak, Sabtu (1/2), di Puskesmas Boawae.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, drg. Martha Lamanepa juga membenarkan informasi tersebut. Dia menjelaskan, dua orang pasien gizi buruk yang meninggal di Boawae pada tahun 2013 tidak dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo. Sementara yang meninggal dunia akibat gizi buruk tahun 2014 satu orang dari Aesesa Selatan. Pasien meninggal di RSUD Ende setelah dirawat selama seminggu.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.