• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 20 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Anggaran Naskah Pidato Ahok Dipangkas
    ANA DEA | Jumat, 11 September 2015 | 08:37 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Anggaran
    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan ruang kemoterapi Tulip unit Hematologi Onkologi Paliatif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Barat, Kamis (10/9/2015).

     
    JAKARTA - Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDH dan KLN) Muhammad Mawardi mengatakan, anggaran pembuatan naskah pidato untuk Gubernur DKI dipangkas. Hal tersebut sesuai dengan anjuran anggota Banggar DPRD DKI dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran – Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2016.

    "Rencananya kita pangkas menjadi sekitar Rp 388 juta," ujar Mawardi ketika dihubungi, Jumat (11/9/2015).

    Mawardi mengatakan, perubahan anggaran tersebut akan kembali diusulkan dalam rapat KUA-PPAS. Angka tersebut telah dibuat seefektif mungkin dengan cara mengurangi jumlah pekerja harian lepas (PHL) yang ada.

    Sebelumnya, anggota Banggar DPRD DKI Bestari Barus mempertanyakan mengenai anggaran program penulisan naskah pidato Ahok yang mencapai Rp 805 Juta. Dalam satu bulan, berarti biaya pembuatan naskah sambutan Ahok bisa menghabiskan Rp 75 juta.

    Mawardi juga menjelaskan, naskah pidato apa saja yang dikerjakan oleh Biro KDH dan KLN hingga memiliki anggaran sebesar Rp 805 juta bukan hanya untuk Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama saja.

    "Bukan hanya pidato Gubernur, tapi juga Wakil Gubernur, Sekda, Asisten Sekda, para Deputi, atau siapapun yang mewakili Gubernur," ujar Mawardi ketika dihubungi, Kamis (10/9/2015).

    Mawardi mengatakan agenda yang harus dihadiri oleh Basuki begitu banyak tiap harinya. Tidak jarang, sebagian besar agenda tersebut harus diwakili oleh pejabat DKI atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lain yang berkaitan dengan tema acara tersebut.

    Oleh karena kapasitasnya yang mewakili Gubernur, maka para perwakilan itu biasa membacakan sambutan Gubernur yang dibuat oleh Biro KDH dan KLN.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.