• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 25 Januari 2022

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    25,54 Persen Jalan di NTT Rusak Berat
    ALBERTUS | Jumat, 11 September 2015 | 15:24 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    25,54
    Ilustrasi Jalan Rusak

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Ruas jalan di NTT dalam kondisi rusak berat sepanjang 728,55 kilometer (km) atau 25, 54 persen dari total panjang jalan di provinsi kepulauan ini 2.852,58 km. Penanganan jalan yang rusak disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU).

     

    Gubernur Frans Lebu Raya dalam keterangannya di Kupang, Rabu (9/9) menjelaskan, pemerintah telah mengalokasikan dana untuk kegiatan peningkatan dan rehabilitasi pada tahun anggaran 2015.


    Lebu Raya menguraikan, pada tahun 2014, kondisi jalan baik sepanjang 1.364,71 km atau 48 persen. Kondisi jalan rusak sedang 304,73 km atau 10,68 persen. Kondisi jalan rusak ringan 456,42 km atau 16 persen. Sedangkan kondisi jalan rusak berat dengan panjang 728, 55 km atau 25,54 persen.

     

    Menyikapi kondisi dimaksud, lanjut Lebu Raya, pemerintah pada tahun anggaran 2015 telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan ruas- ruas jalan dimaksud. Dimana, kegiatan pembangunan/peningkatan yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) untuk menangani ruas jalan sepanjang 38,04 km dan yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) sepanjang 14,90 km.

     

    Sedangkan kegiatan rehabilitasi/pemeliharaan yang bersumber dari DAU, katanya, 2,09 km dan pembangunan/peningkatan yang bersumber dari DAK sepanjang 5, 85 km.

     

    “Total panjang jalan yang ditangani pada tahun anggaran 2015 sepanjang 61, 88 km atau 2, 17 dari total panjang jalan di NTT 2.852,58 km,” kata Lebu Raya.


    Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT, Andre Koreh menyatakan, untuk menangani infrastruktur jalan dan jembatan yang memadai, dibutuhkan waktu sekitar 50 tahun, karena setiap tahun anggaran yang dialokasikan untuk infrastruktur sangat minim.

     

    Misalkan, kata Andre, pada tahun anggaran 2015, APBD NTT mengalokasikan dana sebesar Rp351, 8 miliar lebih. Sementara, total dana dimaksud dialokasikan untuk infrastruktur jalan, jembatan, dan sarana air minum bersih. Idealnya, dibutuhkan dana sebesar Rp4 triliun per tahun untuk bangun infrastruktur.

     

    Dia menyampaikan, untuk membangun satu kilometer jalan hotmiks, dibutuhkan dana Rp 3,9 miliar. Jika kemampuan anggaran dikaitkan dengan kebutuhan anggaran untuk membangun jalan, maka dibutuhkan waktu sekitar 50 tahun untuk menangani ruas jalan provinsi yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Panjang ruas jalan provinsi yang tersebar di seluruh kabupaten/kota sepanjang 280 kilometer.

     

    “Akibat minimnya anggaran, sistem yang kita pakai untuk membangun infrastruktur jalan dan jembatan adalah keadilan dan pemerataan. Artinya, setiap kabupaten/kota mendapat jatah walau dalam jumlah yang sangat kecil,” kata Andre.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.