• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 20 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Menteri Jonan Keluhkan Harga Avtur di Indonesia Mahal, Ini Penjelasan Pertamina
    ANA DEA | Sabtu, 12 September 2015 | 20:06 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Menteri
    Avtur di Bandara

     
    JAKARTA - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengeluhkan harga avtur dari PT Pertamina (Persero) yang terlalu mahal, hal ini menyebabkan daya saing maskapai penerbangan Indonesia kurang punya daya saing terutama karena harga tiketnya jadi lebih mahal.

    Hal tersebut diakui Pertamina. Namun, menurut Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, mahalnya harga avtur tersebut disebabkan banyak hal, selain karena kilang minyak sudah tua, avtur yang dijual Pertamina juga dikenakan berbagai pajak dan fee atau charge dari pengelola bandara salah satunya PT Angkasa Pura.

    "Avtur kami memang lebih mahal. Pertama, karena harga pokoknya memang lebih tinggi 5% daripada impor. Kenapa? Karena kilang Pertamina sudah sangat tua," ungkap Bambang, Sabtu (12/9/2015).

    Bambang menambahkan, selain itu avtur Pertamina juga dikenakan berbagai pajak salah satunya Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Dan lebih membuat harga avtur Pertamina lebih mahal lagi, karena adanya pengenaan biaya seperti concession fee yang dikenakan Angkasa Pura, serta sewa peralatan.

    "Kita sudah bicara dengan Angkasa Pura, tapi mereka tidak bersedia dihapus. Malah minta naik terus dengan alasan sebagai pendapatan bisnis lain Angkasa Pura," jelasnya.

    Bambang mengatakan, terkait produksi avtur di kilang Pertamina yang sudah tua, cara utama mengatasinya adalah melakukan peremajaan kilang atau membangun kilang minyak baru, tetapi itu butuh waktu dan biaya investasi yang cukup besar.

    "Kita akan coba kombinasikan antara produk kilang dan impor serta menekan biaya-biaya lainnya, baik dari operasi maupun yang lain. Kasih kami waktu sebentar, karena ini melibatkan divisi pengolahan (kilang), kalau dari sisi operasi (pemasaran) saya bisa langsung tekan," ucapnya.

    "Target saya ya belum seperti Singapura, paling tidak seperti Kuala Lumpur dan Bangkok," tutupnya.

    Terkait fee dan charge avtur tersebut, PT Angkasa Pura mengklaim, bahkan fee yang dikenakan tidak terlalu besar.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.