• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 01 Juni 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kejati NTT Selamatkan Uang Negara Rp 11 Miliar dari Kasus Korupsi
    ALBERTUS | Selasa, 15 September 2015 | 15:12 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kejati
    Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT), John Walington Purba

     

    Kupang, Flobamora.net - Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT), John Walington Purba mengatakan hingga saat ini pihaknya berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 11 miliar dari dua kasus korupsi di provinsi itu.

    “Uang sebesar Rp 11 miliar ini merupakan kerugian negara yang terjadi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan rumah cetak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun 2012, khusus dana monev serta kasus dugaan korupsi pembangunan dua dermaga di Kabupaten Alor dan Kabupaten Flores Timur dari Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal tahun 2014,” kata John kepada wartawan, Senin (14/9).

    Untuk kasus dugaan korupsi MBR khusus dana monev 2012, lanjut John, para terdakwa telah mengambalikan uang negara sebesar Rp 4 miliar. Sedangkan dalam kasus dugaan korupsi PDT tersangka telah mengembalikan uang negara sebesar Rp 6 miliar.


    Menurut John, dengan dikembalikannya kerugian negara oleh tersangka, secara otomatis kejaksaan akan mempertimbangkan tuntutan bagi para terdakwa di persidangan.


    “Khusus untuk kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga di Kabupaten Alor dan Flores Timur, tersangka berjanji untuk mengembalikan seluruh kerugian negara dalam kasus itu yang mana mencapai Rp 10,7 miliar,” dia menjelaskan.

    Jika para tersangka tidak mengembalikan dana tersebut, maka Pengadilan Tipikor Kupang akan memerintahkan penyitaan harta milik tersangka untuk selanjutnya dilelang dengan tujuan mengembalikan uang negara.

    Empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi MBR khusus dana Monev tahun 2012 yang telah mengembalikan uang negara adalah Tony Rusman Sidi, Dedy Kusnaedi, Bambang dan Edo. Sedangkan tersangka kasus korupsi pembangunan dua dermaga di Kabupaten Alor dan Kabupaten Flores Timur dari Kementerian PDT tahun 2014 yang mengembalikan uang negara adalah Direktur PT Linggar Jati, Arya Permadi Tanata Kusuma. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.