• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 02 Juni 2020

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Kunjungan Paus Fransiskus di Kuba dan Harapan Perdamaian Dunia...
    ANA DEA | Minggu, 20 September 2015 | 10:46 WIB            #INTERNASIONAL

    Kunjungan
    Paus Fransiskus didampingi Presiden Kuba Raul Castro saat baru mendarat di Bandara Jose Marti, Minggu (20/9/2015). AFP Photo via BBC

     

    HAVANA - Pemimpin umat Katolik sedunia Paus Fransiskus tiba di ibu kota Kuba, Havana, Minggu (20/9/2015), dalam misi perdamaian yang dilakukan bersamaan dengan membaiknya hubungan Kuba dengan Amerika Serikat. Paus akan melakukan sejumlah kegiatan selama empat hari di Kuba, sebelum kemudian bertolak ke Amerika Serikat.

    Kedatangan pria yang bernama lahir Jorge Mario Bergoglio ini disambut Presiden Kuba Raul Castro di Bandara Jose Marti. Tak lama setelah mendarat, Paus pun mengapresiasi Kuba dan AS yang memutuskan untuk mengakhiri ketegangan diplomasi kedua negara.

    "Dalam beberapa bulan ini, kita telah menyaksikan peristiwa yang penuh harapan, proses normalisasi hubungan dua masyarakat setelah bertahun-tahun dalam ketegangan," ucap Paus Fransiskus, seperti dikutip dari AFP.

    Ketegangan Kuba dengan AS terjadi pada era Perang Dingin, yang saat itu menghadirkan polarisasi blok Barat yang dipimpin AS dengan blok Timur yang dipimpin Uni Soviet (sekarang Rusia). AS kemudian memutuskan hubungan diplomasi dan melakukan embargo ekonomi terhadap Kuba yang dianggap sebagai sekutu Uni Soviet. Dengan normalisasi ketegangan diplomasi ini, Paus berharap akan menjadi jalan untuk terciptanya perdamaian dunia.

    "Ini merupakan sebuah contoh rekonsiliasi untuk seluruh dunia," ucap Paus asal Argentina, yang juga menjadi pemimpin Katolik pertama dari Amerika Latin.

    Ini bukan pertama kalinya pihak otoritas tertinggi Gereja Katolik mendatangi Kuba. Sebelumnya, Paus Yohanes Paulus II mendatangi Kuba pada 1998 dan Paus Benediktus XVI mengunjungi Kuba pada 2012.

    Meski begitu, Paus berjanji akan terus memberikan dukungan kepada masyarakat Kuba yang selama ini hak sipilnya dibatasi akibat ketatnya kepemimpinan rezim komunis dalam beberapa puluh tahun terakhir. Paus pun meminta Gereja Katolik diberikan "kebebasan dan sarana" untuk beraktivitas di Kuba.

    "Sehingga Gereja dapat terus mendukung dan mendorong masyarakat Kuba dengan harapan dan perhatian akan kebebasan, saran, dan ruang yang dibutuhkannya," ucap Paus Fransiskus, seperti dikutip dari BBC.

    Jadi 'advokat' Kuba

    Paus Fransiskus tampak lelah setelah menempuh 12 jam perjalanan dari Roma. Meski begitu, sambutan hangat masyarakat Kuba membuatnya tetap tersenyum ramah. Dia langsung memberkati sekelompok anak-anak yang menyambutnya dengan bunga.

    Selain itu, masyarakat Kuba pun berharap Paus Fransiskus akan menjadi 'advokat' bagi masyarakat Kuba untuk mengakhiri embargo ekonomi, saat mengunjungi AS.

    "Kami harap Tuhan akan membantu kami dan saat Beliau mengunjungi AS, Beliau bisa menjadi 'advokat' kami," kata salah satu warga Kuba, Yudelkis Geigel. 

    "Dia Amerika Latin, dia warga Argentina, dia bisa merasakan keinginan dan kebutuhan kami untuk segera mengakhiri embargo ini," ucap perempuan berusia 32 tahun tersebut.

    Seorang pensiunan bernama Diego Carrera pun menyuarakan harapan yang sama. "Beliau seperti harapan yang memberi nafas untuk Kuba," ucapnya.


     


    Sumber: BBC Indonesia
    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.