• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 28 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Polisi Tahan Dua Tersangka Kasus Dana Insentif PBB
    ALEX | Jumat, 25 September 2015 | 13:36 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Polisi
    Mantan Kepala Dinas Sosial Tili Anfridus dan salah seorang staf Badan Penanaman Modal (BPKMD) Kabupaten Ende Yosefina Bunga Mbelosaat hendak di bawa ke Lapas Ende

     

     

    Ende, Flobamora.net - Kepolisian Resor Ende akhirnya menahan dua tersangka kasus penggunaan dana insentif PBB Tahun 2006 dan 2007 di Dinas Pendapatan Kabupaten Ende. 

     

    Kedua tersangka itu adalah mantan Kepala Dinas Sosial Tili Anfridus dan salah seorang staf Badan Penanaman Modal (BPKMD) Kabupaten Ende Yosefina Bunga Mbelo.


    Penahanan kedua tersangka itu setelah dilakukan pemeriksaan berakhir di Mapolres Ende, Jumat (25/9).Sekitar pukul 12.22 Wita keduanya digelandang ke mobil tahanan Polres Ende disaksikan keluarga yang mengikhlaskan untuk dititipkan ke Lembaga Pemasyarkatan Kelas II B Ende sambil menunggu berkasnya P-21.


    Kapolres Ende AKBP Johan Bangun melalui Kasat Reskrim  AKP Abdulrahman Aba Mean, menjelaskan, berdasarkan hasil Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPKP Perwakilan NTT yang melakukan audit terhadap kasus insentif pajak pada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Ende, ditemukan adanya kerugian negara senilai Rp 1.595.202.044.


    "Kedua tersangka kami titipkan ke Lapas Ende sambil menunggu pihak kejaksaan menetapkan P-2,"kata Abdulrahman Aba Mean. Dia mengatakan sebagai  alasan kedua tersangka ditahan dan dititipkan di Lapas kelas IIB karena untuk mempermudah jika keduanya diperlukan sehingga tidak dicari-cari untuk penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Ende nantinya.


    Lebih jauh dia mengatakan dirinya merasa petunjuk dari jaksa sudah lengkap sehingga pihaknya berani menahan kedua tersangka sambil menunggu penyerahan TSK dan barang bukti nantinya.


    "Saya berharap dalam waktu dekat jaksa sudah nyatakan lengkap sehingga ketika kita serahkan berkas tahap kedua, tidak mengalami kendala,"ujarnya.


    Lebih jauh dia menjelaskan, berkaitan dengan kasus penyimpangan dana insentif PBB tahun 2006 dan 2007 serta upah pungutan dana rutin 2007 pada Dinas Pendapatan Kabupaten Ende, masih ada satu calon tersangka dan kini masih dalam tahap penyidikan oleh Reskrim.


    "Masih lagi ada satu calon tersangka dalam kasus yang sama dan kini pada tahap penyidikan. Kita tunggu saja kapan akan ditetapkan sebagai tersangka dan siap kita tangkap dan tahan" ujarnya.


    Dia menyebutkan, kepada kedua tersangka, akan dikenai Pasal 2,Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang RI No 31 tahun 1999  sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman minimal 4 tahun penjara dengan maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp.1 miliar dan minimal Rp.400 juta.


    Dia mengatakan tindakan kedua tersangka menyebabkan kerugian negara sebesar Rp. 1.599.202.044. Total kerugian ini berdasarkan hasil audit dari BPKP dan pihaknya juga menghadirkan saksi ahli dari BPKP untuk dimintai penjelasan.


    Seperti yang disaksikaan kedua tersangka sekitar pukul 12.22 Wita menaiki kendaraan tahanan polisi, sementara keluarga melepas dengan air mata.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.